Tren Pelajar “Bobo Sore” Makin Marak

BOBO
DIGELANDANG: Para pelaku mesum beberap hari lalu digelandang ke Mapolres Mataram. (Dery/Radar Lombok)

MATARAM — Tren “bobo sore” kalangan pelajar dan mahasiswa di Kota Mataram marak belakangan ini. Aktivitas ini biasanya dilakukan di hotel-hotel melati saat siang hingga sore hari.

Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Mataram,  Kompol Taufik mengatakan, aktivitas bobo sore adalah nama lain dari aktivitas mesum yang dilakukan kalangan pelajar dan mahasiswa saat sore hari. Pada jam-jam itu, biasanya marak kalangan pelajar dan mahasiswa memesan kamar hotel untuk mesum.

“Mereka booking hotel hotel di siang hari. Sebab, selama ini razia mesum kebanyakan digelar di malam hari,” ungkapnya, kepada Radar Lombok, Kamis (2/5).

BACA JUGA: Hardiknas Diwarnai Aksi Corat-coret Pelajar

Dipilihnya hotel-hotel melati sebagai tempat mesum lantaran harganya relative terjangkau. Terlebih keberadaan hotel melati di Kota Mataram jumlahnya cukup banyak dan tersebar di berbagai tempat.

Aktivitas bobo sore, bebernya, tidak saja dari kalangan pelajar. Namun tiodak sedikit pula anak-anak berstatus mahasiswa yang melakukan aktivitas itu.

Trik bobo sore ini dianggap semakin kreatif. Pelajar dan mahasiswa ini punya trik tersendiri menghindari razia saat hendak mereguk kenikmatan duniawi.

Apa yang dibeberkan Taufik ini disebutnya tidak saja karena temuannya selama ini. Aktivitas bobo sore ini juga sudah banyak dilaporkan oleh masyarakat.

“Selama ini memang banyak laporan masyarakat tentang hal itu. Masyarakat yang tinggalnya  di dekat hotel mengaku merasa risih dan heran banyak pasangan yang tergolong masih muda-muda atau di bawah umur yang menyewa kamar hotel,” jelasnya.

Para pasangan tersebut tidak hanya warga Kota Mataram saja. Melainkan banyak juga dari Lombokk Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat, hingga luar daerah.

Menyikapi hal itu,  Taufik mengatakan akan menggencarkan lagi razia ke hotel-hotel yang selama ini yang tetap  menerima pasangan yang bukan suami istri. Tidak menutup kemungkinan pihaknya juga akan melaksanakan razia pada siang hingga sore hari ke beberapa hotel yang diduga menjadi tempat mesum.

Selain upaya tersebut,  ujarnya, yang lebih penting lagi menurut Taufik yaitu peran serta masyarakat terutama pihak orangtua. “Orang tua harus lebih mengawasi lagi anak-anaknya. Bahaya kalau terlalu dibebaskan,” ungkapnya.

Terpisah, anggota Komisi I DPRD Kota Mataram, H Husni Thamrin mengatakan, selama ini hotel-hotel kerap dijadikan tempat mesum. Ini tejadi akibat  pengawasan yang masih kurang. Para tamu masih bebas masuk tanpa menunjukan identitas.

 ‘’Pengawas harus lebih ketat. Pengelolan hotel harus lebih ketat menerima tamu. Tidak sembarang, apalagi tamu tanpa identitas yang selama ini banyak datang ke hotel,’’ katanya.  (cr-der/dir)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid