Trawangan Mulai Normal, Berkah Bagi Kusir Cidomo

TANJUNG – Kunjungan wisatawan ke Gili Trawangan Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara (KLU) mulai normal. Para pelaku pariwisata mendapat berkah kembali, terutama para kusir cidomo (alat transportasi tradisional) yang mengantar para wisatawan berkeliling gili maupun yang memberi jasa antar jemput dari pelabuhan ke tempat penginapan mereka. ” Alhamdulillah mulai normal, ya sekitar 50 persen dari kondisi normal sebelum pandemi,“ ungkap Mahdi (40), kusir cidomo saat mengantar wisatawan dari pelabuhan Gili Trawangan ke salah satu hotel, Santorini Resort, Sabtu (18/6).

Laki-laki tiga anak asal Pemenang ini memperkirakan kondisi akan benar-benar normal kembali pada akhir tahun ini. Dalam sehari, tuturnya, ia bisa mendapat Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta. Rata-rata ongkos naik codomo dari pelabuhan ke penginapan yang agak jauh dari pelabuhan Rp 150 ribu. Di Gili Trawangan sendiri ada sekitar 35 unit cidomo yang beroperasi yang dikelola oleh koperasi warga. Trawangan adalah pulau tujuan wisata tanpa kendaraan bermotor. Selain cidomo, wisatawan bisa memilih menyewa sepeda. Tarifnya Rp 50 ribu.

Okupansi hotel juga mulai pulih. Menurut Hadi (35) karyawan Santorini Resort, peningkatan angka tamu mencapai lebih dari 50 persen. Hadi sudah lebih dari 5 tahun bekerja di tempatnya saat ini. Laki-laki asal Lombok Tengah ini selama pandemi Covid-19 bekerja sebagai tukang bangunan. “Kemarin waktu sepi saya jadi tukang bangunan. Sekarang balik lagi, dipanggil pihak hotel,” ungkapnya senang.

Kunjungan wisatawan ke Gili Trawangan, Meno dan Air di KLU sangat dipengaruhi oleh kondisi pariwisata Bali. Wisatawan di Bali menambah waktu berlibur dengan mengunjungi tempat ini menggunakan kapal cepat.(git)