Travel Umrah Mulai Cemas CJH Minta Uang Kembali

TRAVEL SEPI : Travel Umrah dan Haji mulai was-was CJH minta refund, karena adanya penundaan keberangkatan haji tahun 2021. (DEVI HANDAYANI / RADAR LOMBOK)

MATARAM – Keberangkatan haji tahun 2021 kembali ditunda.  Keputusan itu diatur dalam Keputusan Menteri Agama RI Nomor 660 Tahun 2021 yang ditetapkan pada 3 Juni 2021. Lantaran kondisi tersebut membuat sejumlah travel agent umrah dan haji di NTB was-was, bakal banyak calon jamaah menarik uang mereka.

Direktur Utama Muhsinin Tour & Travel, Ahmad Muharis menerangkan, pengusaha biro perjalanan tidak bisa berbuat banyak akan seperti apa industri travel sekarang ini. Pasalnya, dengan adanya kebijakan ditundanya keberangkatan haji tahun ini sudah menjadi konsekuensi. Namun dikhawatirkan justru banyak jamaah yang melakukan penarikan uang pembayaran.

“Kekhawatiran ada, kalau nanti ada jamaah menarik tarik uangnya. Kta akan beri tahu apa adanya, bahwa kebetulan kita ini kerja sama dengan maskapai Garuda, sehingga semua uang itu tentu ada di pihak airlines,” kata Ahmad Muharis, Jumat (4/6).

BACA JUGA :  Kontrak Berakhir, Mataram Harus Berhenti Buang Sampah

Kendati demikian, dari pihak maskapai Garuda hanya bisa mengembalikan dalam bentuk voucher dan produk-produk Garuda, seperti kargo dan lainnya jika memang ada yang ingin menarik uang mereka. Namun, pihaknya akan mengusahakan agar dana para jamaah dikembalikan dalam bentuk uang tunai.

“Kita sudah minta untuk memperjuangkan supaya mengembalikan dana tersebut pada jamaah. Harapan kita uang itu dikembalikan pada jamaah, tapi Garuda belum bisa mengembalikan,” tuturnya.

Sejauh ini ada sebanyak 250 jamaah tertunda untuk umrah. Jika kondisi ini berlarut-larut jamaah tidak berangkat, dikhawatirkan banyak jamaah menarik uangnya. Sekalipun misalnya jamaah siap untuk dipotong Rp 3-4 juta, terpenting uang mereka kembali.

“Tapi kita harus persiapkan dana yang ingin diberikan. Yang jelas Garuda juga belum siap mengembalikan. Sangat ada berpengaruh dan dikuatirkan makin banyak biro perjalanan merugi hingga gulung tikar,” jelasnya.

BACA JUGA :  Lima Camat Diisukan Bakal Dimutasi

Terpisah, pemilik usaha PT Arofah Mina Travel Umrah Nanang Supriadi mengatakan, pihaknya sedikit kecewa dengan adanya kebijakan dari pemerintah yang menunda keberangkatan haji tahun ini. Apalagi penundaan ini hampir dilakukan di seluruh negara Asean, artinya bukan hanya Indonesia saja tetapi Malaysia juga.

“Yang dirasakan kekecewaan dari para jamaah, karena harus menunda keberangkatan 2 tahun terutama jamaah reguler yang sudah mengantri bertahun-tahun,” ujarnya.

Selain itu, beberapa jamaah juga sudah ada yang melakukan penarikan dana, baik itu haji plus dan haji khusus. Karena keberangkatan mereka harus tertunda bertahun-tahun.

“Ini menjadi evaluasi bagi kami dari sisi travel. Kita juga selalu bersinergi dengan pemerintah dan melihat perkembangan. Mudah-mudah jamaah bisa bersabar, karena penundaan ini,” harapnya. (dev)