Travel Malang Kena Tipu, Terlanjur Bawa 65 Kendaraan untuk Tamu MotoGP

Puluhan kendaraan milik jasa travel asal Malang masih terparkir di kantor Astindo dan Dishub NTB, Jumat (18/3). (DERY HARJAN/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Travel asal Malang, Jawa Timur jadi korban penipuan oknum travel agent di Mataram yang tergabung dalam Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) NTB.

Travel yang kena tipu ini mendapat pesanan 65 kendaraan roda empat berbagai merek untuk mengangkut penonton MotoGP dari oknum anggota  Astindo NTB berinisial DA. Akhirnya, 65 kendaraan yang dipesan ini pun tiba di Lombok sejak Selasa (15/3). Disayangkan, sesampainya di Lombok nasib kendaraan tidak jelas. “Sampai sini tidak dibayar. Mobil ada jadwal atau tidak (beroperasi) belum jelas. Orang yang memesan tidak bertanggung jawab,” kata korban, Kusuma Hadi, Jumat (18/3).

Atas adanya kejadian ini, Kusuma Hadi mengaku merugi hingga Rp 600 jutaan. Ia pun berencana menempuh upaya hukum dengan melapor ke Polda NTB. “Kita sudah tiga hari terkatung-katung di sini dan menderita kerugian sekitar Rp 600 juta. Kita akan tempuh upaya hukum ini,” ujarnya.

Baca Juga :  63.000 Penonton MotoGP Akan Padati Sirkuit Mandalika pada Hari Terakhir Balapan

Sementara dari pihak Astindo NTB membantah telah melakukan penipuan. Sekretaris Astindo NTB, Abdul Haris mengaku bahwa  memang benar pelakunya adalah oknum anggota Astindo. Hanya saja pelaku bergerak sendiri tanpa sepengetahuan pengurus Astindo.

“Sebenarnya ini bukan Astindo. Bukan dari asosiasi. Ini personal. Travel agent ini memang di bawah naungan Astindo. Hanya saja sistem transaksionalnya bukan atas nama Astindo tetapi secara pribadi,” ujarnya.

Adapun terkait kendaraan yang sudah dipesan tersebut saat ini sudah tiba dan terparkir di kantor Astindo dan Kantor Dinas Perhubungan Provinsi NTB.

Baca Juga :  Pawang Hujan Asal Bali Klaim Alihkan Hujan di Sirkuit Mandalika ke Mataram

Hanya saja terkait alasan 65 kendaraan tersebut belum beroperasi sampai saat ini, pihaknya belum mengetahui secara pasti. Sebab oknum yang memesan terkesan menghindar. “Kami tetap menghubungi yang bersangkutan. Hanya saja pada saat ini dia tidak bisa hadir lagi di sini. Biasanya dia selalu di sini,”ujarnya.

Haris sendiri sangat menyayangkan kejadian ini. Padahal pihaknya telah berupaya keras turut menyukseskan gelaran MotoGP di Sirkuit Mandalika. “Dengan kejadian ini turut mencoreng nama baik NTB sebagai tuan rumah,” ujarnya. (der)

 

Komentar Anda