Travel Agent Mulai Borong Hotel di Lombok untuk MotoGP Oktober 2023

Sirkuit Mandalika di Lombok Tengah, NTB. (IST/MGPA ITDC)

MATARAM–MotoGP seri ke-16 akan digelar di Sirkuit Mandalika pada 13-15 Oktober 2023.

Meski event MotoGP masih lama, namun pemesanan kamar hotel sudah mulai dilakukan oleh calon penonton.

Pemesanan kamar hotel di kawasan Mandalika, Kota Mataram hingga Senggigi sudah mulai dilakukan oleh calon penonton dan juga pelaku usaha travel agent atau biro perjalanan wisata.

“Sudah ada agent dari Jakarta berniat booking kamar. Mereka sudah dapat 500 kamar dan sudah dibayar,” kata Ketua Asosiasi Hotel Mataram (AHM) I Made Adiyasa, Jumat (10/3).

Hanya saja pihaknya belum bisa memastikan apakah travel agent ini sudah pasti memiliki penonton MotoGP atau hanya memesan kamar hotel untuk kemudian dijual kembali.

Dikhawatirkan kondisi ini membuat kejadian yang sama pada MotoGP 2022 terulang lagi. Di mana banyak hotel di Kota Mataram dijual dengan harga berkali lipat lebih mahal.

“Aksi borong kamar hotel sudah ada sekarang di Mataram. Saya sudah didatangi (travel agent dari Jakarta) tapi saya bilang nanti saja (jual kamar hotel),” ucapnya.

Menurut Made, penjualan hotel jauh sebelum MotoGP digelar seperti dua mata pisau. Bisa jadi menguntungkan atau malah merugikan citra pariwisata NTB.

Pasalnya, pada 2022 lalu saat pelaku usaha menjual kamar hotel kepada travel agent jauh-jauh hari sebelum event digelar dan dengan harga normal, ternyata dijual kembali 40 persen lebih mahal. Akibatnya tamu yang datang bukan tersenyum malah banyak komplain karena harga hotel kemahalan.

“Padahal bukan kita yang menjual kamar hotel, tapi agent. Kondisi ini sepertinya mau terulang lagi dan kita khawatirkan,” ucapnya.

Berbeda dengan pesanan hotel di Kawasan Mandalika, Lombok Tengah yang diklaim sudah 80 persen menerima pesanan. Menurut Made kamar hotel tersebut sudah dipastikan dipesan oleh penyelenggara event, atau kru official dan rider, sehingga wajar dari jauh-jauh hari kamar hotel dipesan.

“Sampai sekarang saya belum melihat pesanan hotel direct langsung dari calon penonton. Kebanyakan dari agent yang sudah banyak,” ujarnya

Meski demikian pihaknya tidak bisa membatasi para pengusaha hotel di Kota Mataram untuk tidak menjual kamar hotel mereka. Sebab kebijakan masing-masing properti memang berbeda. Ada sebagian yang ingin mendapatkan tamu lebih awal guna memastikan ada uang muka.

“Arahan kita di asosiasi, agar travel agent jangan menjual kamar hotel terlalu mahal, yang wajar-wajar saja,” jelasnya.

Terlebih event MotoGP Mandalika kontraknya selama 10 tahun ke depan. Jangan sampai NTB tidak belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya.

“Tahun pertama orang sudah kapok, tahun kedua mau diadakan lagi masak masih tidak berubah,” bebernya

Made membandingkan dengan event MotoGP Malaysia yang paket nonton MotoGP mereka dijual ke warga Indonesia seharga Rp 5 juta, sudah termasuk hotel, makan, akses sirkuit dan lainnya. Sementara di NTB harga hotel saja sudah mencapai Rp 2,5 juta belum tiket, transportasi dan fasilitas lainnya, sehingga wajar tamu mengeluh.

“Sampai saat ini belum ada persiapan khusus dari hotel untuk event MotoGP. Biasanya dua bulan sebelum acara baru dipersiapkan,” katanya.

Untuk menghindari permasalahan serupa, pihaknya meminta agar harga kamar hotel di Kota Mataram dijual dengan harga yang lebih tinggi. Tujuannya supaya jangan sampai dijual terlalu mahal lagi. “Kita salahnya kemarin menjual dengan harga normal jadi yang penen untung mereka agen travel,” tuturnya.

Terpisah, Ketua Mandalika Hotel Association (MHA), Samsul Bahri membenarkan pemesanan hotel di Kawasan Mandalika sudah banyak yang boking untuk event MotoGP Mandalika pada Oktober 2023 nanti, terutama pesanan kamar pada hotel-hotel bintang.

“Sekitar 80 persen kamar hotel di Mandalika sudah dipesan untuk ajang MotoGP. Pesanan hotel banyak dari kru dan pembalap,” katanya.

Samsul menyebut tamu yang sudah memesan bahkan menyerahkan uang muka sebagai tanda jadi. Pihaknya berharap ke depan tidak ada lagi pihak-pihak yang mempermainkan harga hotel, karena hal itu dinilai merugikan pariwisata.

“Semoga tidak ada lagi seperti saat ada event yang dulu,” singkatnya. (cr-rat)

Komentar Anda
Baca Juga :  Mandalika Tak Jadi Tuan Rumah Tes Pramusim MotoGP 2023