Travel Agen Keluhkan Tingginya Harga Tiket Pesawat

illustrasi

MATARAM – Pelaku pariwisata NTB mulai mengeluhkan harga tiket pesawat yang semakin mahal. Pasalnya, harga tiket pesawat melambung tinggi belakangan ini. Hal tersebut dikhawatirkan dapat menghambat pemulihan pariwisata NTB, di tengah banyaknya berbagai event olahraga Internasional yang di selenggarakan Pemerintah di NTB.

“Pak Menteri pariwisata) keasikan jalan-jalan ke daerah-daerah promosi lupa atau tidak tahu kalau harga tiket pesawat sekarang kenaikan hampir 100 persen. Calon wisatawan mulai mikir lagi untuk berwisata dengan harga tiket saat ini,” kata Ketua Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA) NTB, Dewantoro Umbu Joka, Selasa (28/6).

Umbu mengatakan harga tiket pesawat untuk penerbangan domestik sangat tinggi, sehingga berdampak pada kunjungan wisatawan luar negeri enggan berlibur ke Indonesia. Ia mencontohkan, biasanya harga tiket Lombok-Bali hanya berkisar Rp 300 ribu-Rp 350 ribu. Sementara saat ini harga tiket sudah mencapai Rp 1 juta.

Baca Juga :  Keren, Pedagang di Pasar Narmada Transaksi Menggunakan QRIS

Dengan naiknya harga tiket pesawat yang cukup tinggi bisa-bisa wisatawan tidak mau datang. Padahal, wisatawan yang ada di Bali akan ke Lombok untuk berlibur, terutama wisatawan mancanegara. Hal tersebut harusnya menjadi perhatian dari pemerintah.

Dengan demikian, menurut Umbu percuma saja dilakukan berbagai macam promosi pariwisata. Sedangkan kendala utama calon pengunjung datang berwisata adalah tingginya harga tiket pesawat. Meski alasannya karena harga bahan bakar pesawat  dan PPN naik. Mestinya Pemerintah, terkhusus Meneteri Pariwisata, melihat  kondisi pariwisata yang ada sekarang dan memastikan permasalahan yang dihadapi pelaku pariwisata.

“Percuma promosi besar-besaran harga-harganya malah kan susah. Ibarat destinasi raja empat, siapa yang mau datang kalau harga tiket pesawat itu mahal,” ucapnya.

Artinya dampak kenaikan harga tiket pesawat ini. Sangat terasa bagi pelaku pariwisata. Mengingat belum lama ini pemerintah juga telah memberikan kelonggaran bagi pelaku perjalanan. sebagai upaya untuk menarik angka kunjungan wisatawan datang ke Indonesia.

Baca Juga :  Target Merger BPR NTB Berpeluang Molor Lagi

“Bagaimana kita mau pemulihan kalau harga tiketnya saja tinggi. Orang jadi mikir dan malah milih buat berlibur ke luar negeri daripada dalam negeri,” ucapnya.

Terpisah, Ahli Strategi Pariwisata Nasional,  Taufan Rahmadi berharap agar masalah tiket pesawat ini menjadi atensi prioritas dari para pemegang kebijakan maskapai penerbangan, terutama Pemerintah pusat dalam hal ini kementerian Pariwisata, Perhubungan, BUMN. Mereka harus mencari solusi terkait tingginya harga tiket tersebut. Apalagi jika berbicara mengenasi tujuan destinasi pariwisata super prioritas.

“Ini sudah waktunya agar harga tiket pesawat menuju destinasi pariwisata, khusus destinasi pariwisata super prioritas untuk diberikan harga harga spesial bagi para wisatawan,” ujarnya. (luk)