Transmart Bikin Jalan Macet Tiap Hari

Transmart Mataram Lombok
MACET: Macet menjadi pemandangan setiap hari di depan Transmart Carrefour Mataram seperti yang terlihat kemarin. (Fahmy/Radar Lombok)

MATARAM – Sejak mulai beroperasi beberapa waktu lalu, pusat perbelanjaan Transmart Carrefour jalan sekitar selalu macet. Badan jalan yang sempit tidak sesuai dengan volume kendaraan yang keluar masuk arena pusat perbelanjaan ini.

Kondisi ini menjadi perhatian Dinas Perhubungan Kota Mataram. Kepala Dishub H. Khalid mengatakan, untuk mengatasi masalah kemacetan ini pihaknya meminta manajemen Transmart membuat jalur keluar kendaraan khusus untuk parkir tanpa harus putar balik keluar dari Jalan Selaparang.” Kita minta agar jalan keluar kendaraan yang parkir keluar dari belakang,” kata Khalid kepada wartawan, Senin kemarin (3/7).

Dishub merekomendasikan kepada pihak Manajemen agar kendaraan keluar dan masuk arena dari belakang yang langsung menuju Jalan Ahmad Yani.” Bagaimanapun caranya harus diusahakan kendaraan yang masuk dari depan keluar dari belakang,” pintanya.

Bila perlu manajemen membeli lahan di belakang Transmart sebagai jalur keluar masuk. Pihaknya meminta rekomendasi ini secepatnya dilaksanakan sehingga kondisi Jalan Selaparang kembali normal.

Untuk mengatur laju kendaraan di tempat ini, pihak Dishub setiap hari menempatkan personelnya. Bahkan Dishub juga melakukan rekayasa lalu lintas dan mengatur keberadaan kendaraan yang parkir di luar Transmart.”Kita sedang koordinasikan agar pihak Transmart segera melaksankan rekomendasi yang sudah kami berikan,” jelasnya.

Terpisah, anggota DPRD Kota Mataram melihta kemacetan yang terjadi di depan Transmart ini terjadi karena tidak adanya analisa dampak lalu lintas yang seharusnya ada sebelum Transmart dioperasikan.” Analisa dampak lalu-lintasnya yang harus diperhatikan,” kata Abdul Malik, anggota DPRD Kota Mataram Fraksi Golkar.

Transmart di satu sisi memang memberikan manfaat kepada masyarakat terutama soal penyerapan tenaga kerja. Tetapi lokasi parkir yang masih kurang tepat menjadi masalah dan harus segera dicarikan solusinya.”Secepatnya bisa dicarikan jalan keluar agar tidak terjadi lagi,” harapnya.(ami)

BACA JUGA :  Baru Bebas Bersyarat,Eh...Sudah Tertangkap Lagi