Tradisi BL Masih Melekat di Warga Kota Mataram

ILUSTRASI PPDB
ILUSTRASI PPDB

MATARAM—Sengkarut sistem zonasi dalam Penerimaan  Peserta Didik Baru (PPDB) 2017 hanya terjadi di Kota Mataram. selebihnya kabupaten kota yang lain di NTB relatif aman.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, H Muhammad Suruji mengatakan, warga Kota Mataram sangat sulit menghilangkan budaya penerimaan siswa jalur Bina Lingkungan (BL). Mengingat tradisi penerimaan jalur ini sudah lama berlangsung di Kota Mataram.

“Sepertinya sangat sulit dihilangkan dalam pikiran masyarakat terkait jalur BL,” ini ungkapnya, Senin (24/7).

Demi mengantisipasi kasus tersebut, pihaknya pun telah menyiapkan sejumlah strategi agar persoalan sistem zonasi tidak muncul pada PPDB berikutnya. Ini dilakukan agar proses PPDB tahun berikutnya lebih maksimal.

Sistem zonasi di Kota Mataram, jelasnya, sudah berlangsung sejak 2005 lalu. Sistem ini bertahan hingga sebelum ditetapkan sistem zonasi.

Suruji mengaku, sebab kurang maksimalnya sistem zonasi adalah jumlah kuota yang sudah ditentukan. Nyatanya, pada akhir proses PPDB pihaknya terpaksa menambah jumlah kuota khusus di Kota Mataram.

Persoalan sistem zonasi di Kota Mataram serta munculnya tuntutan penambahan kuota, jelasnya, bukan tanpa alasan. Ini karena di Kota Mataram jumlah SMA cukup terbatas.

Senada, Kabid Pembinaan SMA Dinas Dikbud NTB, H. Surya Bahari mengatakan, jika dilihat dari peraturan yang sudah ada, pada dasarnya tidak ada yang dibingungkan oleh para pendaftar. Hanya saja, penambahan kuota dari Dikbud karena masyarakat setempat sudah terbiasa dengan sistem BL.

“Padahal sebelumnya kita sudah sosialisasikan di sejumlah SMP yang ada di Kota Mataram, tapi ternyata masyarakat tetap aja masih harapkan sistem BL,” tutupnya. (cr-rie)

BACA JUGA :  NTB Rangking Dua Jumlah Penduduk Buta Huruf