Tracing Lemah, Mataram Tetap PPKM Level 3

TRACING: Akibat banyaknya Nakes yang terpapar Covid-19, membuat tracing di Kota Mataram menjadi lemah, sehingga Kota Mataram pun masih berstatus PPKM level 3. (ALI/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Penambahan kasus positif Covid-19 di Kota Mataram sudah melandai. Namun Kota Mataram tak beranjak dari status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3. PPKM level 3 di Kota Mataram berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 14 Tahun 2022.

Kota Mataram masih berstatus PPKM level 3 karena dinilai masih lemah melakukan pelacakan (Tracing). Jumlah tracing Kota Mataram masih di bawah ketentuan yang ditetapkan pemerintah pusat. Status PPKM level 3 masih disandang sampai 14 Maret mendatang.

“Kita masih PPKM level 3. Kita dinilai masih lemah soal jumlah tracing,” ujar Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mataram, I Nyoman Suwandiasa di Mataram, Selasa kemarin (1/3).

Mataran mengakui jumlah tracing yang dilakukan masih kurang. Kurangnya sasaran tracing dengan beberapa penyebab. Seperti banyaknya tenaga kesehatan (Nakes) Kota Mataram yang terkonfirmasi positif Covid-19. Lalu banyak nakes yang melaksanakan isolasi mandiri berdampak pada capaian tracing yang tidak maksimal.

“Nakes kita kemarin saat fase puncak itu hampir 60 persen yang terpapar Covid-19. Sementara tracing yang ujung tombaknya Nakes untuk melakukan pelacakan tidak bisa kita penuhi targetnya kemarin,” sebutnya.

BACA JUGA :  Vamos Mataram Target Juara di PFL 2017

Sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan. Untuk 1 orang terkonfirmasi positif Covid-19. Minimal sasaran tracing adalah 20 orang. Tracing dilakukan terhadap orang atau warga yang melakukan kontak erat dengan pasien positif.

Sementara tracing yang dilakukan di Kota Mataram di bawah sasaran minimal. “Itu kita kemarin kurang poinnya. Kita di bawah itu tracing-nya. Kita di bawah 10 bisanya kemarin. Biasanya kan bisa sampai 18 orang. Kita akui kemarin masih rendah,” ungkapnya.

Sedangkan di sejumlah parameter penilaian lainnya, Kota Mataram dipastikan dengan hasil yang bagus. Seperti keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) di rumah sakit masih bagus. Lalu kasus harian yang jumlahnya terus menurun. Berikutnya angka kematian (fatality rate) masih rendah. “Itu semua kita masih bagus. Kita hanya lemah di tracing dan testing. Karena kemarin nakes kita banyak positif sehingga targetnya tidak tercapai,” terangnya.

Kota Mataram tidak berdiam diri dengan PPKM level 3 sampai dua pekan ke depan. Sejumlah upaya siap dilakukan. Seperti tracing, testing dan treatment yang dimaksimalkan. “Karena hanya ini saja yang lemah dari beberapa parameter yang lain. Kita yakin dengan nakes yang sembuh. Kita akan capai lagi testing sesuai target yang ditentukan,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Satu Lagi Nakes Puskesmas Meninggal Corona

Sedangkan untuk capaian vaksinasi di Kota Mataram diklaim tidak ada persoalan. Seperti dosis pertama dengan capaian 105 persen. Lalu dosis kedua di atas 80 persen. Begitu juga dengan capaian vaksinasi lansia dan anak usia 6-11 tahun terus membaik. “Kita sudah cukup oke kalau capaian vaksin. Kasus aktif kita juga sekarang 251 orang. Angka kesembuhan kita terus meningkat. Kita berharap ini semakin membaik kedepannya,” harap Nyoman.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr H Usman Hadi mengatakan, Kota Mataram masih berstatus PPKM level 3. Salah satu penyebabnya karena capaian tracing yang kurang maksimal. “Nanti kita tingkatkan lagi capaian tracing dan testing. Ada beberapa kendala kemarin, dan hasilnya kurang maksimal,” katanya. (gal)