TPID Kota Mataram Raih Predikat Terbaik

TPID TERBAIK: Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana mewakili Pemkot Mataram, menerima penghargaan TPID terbaik dari pemerintah pusat. (IST/RADAR LOMBOK)

MATARAM — Walikota Mataram, H Mohan Roliskana mewakili Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram menerima penghargaan Tim Pengendali Inflasi Daerah Award (TPID) Awards 2022, yang dilaksanakan di Hotel Shangri-La Ballroom, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (14/9).

Penghargaan ini dinilai berdasarkan hasil evaluasi kinerja TPID tahun 2021, dalam menjalankan program unggulan untuk penanganan inflasi di tengah masyarakat, dan Kota Mataram terpilih dengan predikat terbaik untuk Wilayah Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.

Atas capaian ini, Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana bersyukur atas apa yang telah dicapai Kota Mataram. Terlebih pengendalian inflasi di Kota Mataram berada diposisi yang tidak mudah yang disebabkan oleh pemulihan ekonomi pasca Covid-19.

Baca Juga :  Banyak Perda tanpa Dibarengi Pergub

Adapun TPID Kota Mataram sendiri, pada tahun 2021 mengangkat inovasi program unggulan “Kampung Tanggap Inflasi” dengan membentuk Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yang dilaksanakan oleh Dinas Ketahanan Pangan Kota Mataram.

Melalui program P2L ini, pemerintah ingin memperkenalkan dan mengedukasi, serta mengajak masyarakat Kota Mataram untuk peduli dan berkontribusi dalam pengendalian inflasi, dengan cara meningkatkan ketersediaan, akses, dan pemanfaatan pangan bagi keluarga, yang dimulai dengan hal sederhana, yaitu mengkonsumsi produk sendiri dari pekarangan rumah tangga.

Hasil program P2L ini, keluarga mampu secara mandiri memenuhi gizi keluarga dengan asupan pangan berkualitas, serta penjagaan dan pengawasan yang ketat oleh keluarga sendiri. Selain pemenuhan gizi keluarga, diharapkan dengan produk pekarangan sendiri akan mampu memutar roda ekonomi keluarga.

Baca Juga :  Pemkot Didemo Tidak Becus Tangani Gepeng

Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dilakukan melalui pemberdayaan kelompok masyarakat. Tahapan awal dari prpogram ini yaitu menentukan CPCL (Calon Petani dan Calon Lokasi). Selanjutnya penunjukan kelompok untuk melakukan kegiatan pembenihan berbagai jenis tanaman sayuran dalam rumah bibit.

Kemudian dikembangkan di demplot dan seterusnya disalurkan ke anggota kelompok untuk menanam di pekarangan masing masing. Akhir dari tahapan kegiatan ini adalah pascapanen yang hasilnya dapat dinikmati sendiri. Serta selebihnya dijual (dipasarkan) untuk menambah kas kelompok. Karena program P2L tahun 2021 berorientasi pasar. (gal)

Komentar Anda