TPA Regional Kebon Kongok Mulai Dibuka

TPA Regional Kebon Kongok Mulai Dibuka
TPA DIBUKA: Tampak aktivitas para pemulung yang sedang memulung dari tumpukan sampah yang diangkut oleh truk sampah, sejak mulai TPA dibuka kembali, paska kebakaran. (FAHMY/RADAR LOMBOK)

Polisi Kesulitan Selidiki Penyebab Kebakaran

GIRI MENANG—Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Kebon Kongok akhirnya dibuka kembali, setelah sempat ditutup selama kurang lebih 11 hari, akibat terjadinya kebakaran hebat yang menghanguskan gunungan sampah di kawasan TPA yang luasnya sekitar 8,5 hektar lebih itu.

Seperti Rabu kemarin (23/10), suasana TPA Kebon Kongok sudah mulai ada aktivitas pemulung, yang juga terpaksa harus libur selama TPA ditutup. Karena pihak pengelola UPTD TPA, sudah membuka dan  membolehkan armada pengangkut sampah untuk membuang sampah ke TPA, maka aktifitas pemulung pun kembali normal. “Mulai hari Rabu TPA sudah mulai dibuka, tetapi masih terbatas,” kata Didik Mahmud Gunawan, Kepala UPTD TPA Regional Kebon Kongok, Rabu kemarin (23/10).

Ia menjelaskan, pembuangan sampah ke lokasi TPA telah dibuka, meskipun kepulan api dan asap tebal masih menyelimuti pandangan, karena memang belum sepenuhnya bisa dipadamkan. Sehingga truk armada pengangkut sampah ke lokasi TPA juga dibatasi oleh pihak pengelola.

Sejak diberitahukan telah dibuka kembali TPA, sejumlah truck pengangkut sampah dari Kabupaten Lombok Barat dan Kota Mataram mulai mendatangi lokasi tempat pembuangan sampah akhir di Kebon Kongok, Desa Suka Makmur.

Ia menyebutkan, penanganan kebakaran masih dilakukan secara bertahap per blok, dari 17 blok yang ada, dengan menggunakan sistem timbun tanah atau landfilling, guna memutus rantai oksigen, dan persiapan blok untuk menerima sampah yang datang dari tempat pembuangan sementara yang sudah mulai menumpuk. “Sampah yang masuk kita batasi per blok,” ujarnya.

Untuk menangani satu blok yang luasnya sekitar 3000 meter persegi, pihaknya menggunakan alat berat untuk meratakan sampah yang ada, agar sampah yang datang memiliki tempat pembuangan.

Sementara itu, untuk mengatasi kebakaran yang masih terpantau stabil, melalui bantuan BPBD, Damkar dan Instansi terkait. Sejumlah alat berat dan pemadam kebakaran juga dikerahkan, diantaranya empat unit excavator, satu unit untuk mengurai sampah dan tiga unit mengisi dump truck dengan tanah 7 unit mobil pemadam kebakaran, empat truck tangki air dan 10 dump truck.

Dari sekitar 30 are, dari 5 hektare luas penampungan sampah, kini sudah siap menampung sampah. Untuk pelayanan penerimaan yang full kemungkinan lagi 4-5 hari kedepan. Pembukaan pelayanan terbatas itu sengaja dilakukan, agar tidak langsung terjadi penumpukan sampah yang dibawa dari dua daerah. Mengingat proses pemadaman masih terus berjalan. Sehingga tidak terkesan kejar-kejaran antara memadamkan api dan menerima sampah. “Beberapa hari kedepan, baru kita bisa terima secara ful,” ujarnya.

Terkait soal penyelidikan penyebab kebakaran TPA, pihak Kepolisian Resor (Polres) Lombok Barat kesulitan melakukan pengusutan, atau penyelidikan penyebab kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Kebon Kongok yang terjadi beberapa waktu lalu tersebut.

Kapolres Lombok Barat, AKBP Heri Wahyudi mengaku saat ini pihaknya sedang melakukan pendalaman penyelidikan terhadap penyebab kebakaran di TPA Regional Kebon Kongok. “Sedang kita dalami. Kita kesulitan karena minim mendapatkan saksi,” katanya saat ditemui kemarin.

Kalau memang ada dugaan sengaja dibakar, saksi yang melihat ada orang yang membakar itu tidak ada. Salah satu yang membuat kepolisian kesulitan mengusut, karena objek yang terbakar ini adalah sampah, bukannya rumah atau bangunan lainnya. “Tapi kita tetap melakukan penyelidikan,” ujarnya.

Terus terang Kapolres mengakui kalau pihaknya minim saksi yang bisa memperkuat proses penyelidikan. Karena sampai saat ini belum ada seorang yang melapor atau mengetahui siapa yang membakar gunungan sampah.

Pihak kepolisian sudah melakukan pemeriksaan atau meminta keterangan dari para penjaga dan pengelola TPA. Namun hasilnya juga belum ada petunjuk untuk mendapatkan informasi, siapa yang melakukan pembakaran pertama. “Kita belum dapat informasi siapa yang melakukan pembakaran pertama,” pungkasnya. (ami)