Total 11 Santri Ponpes Islah Bina Al-Ummah Positif Corona

DITUTUP : Aktivitas keluar-masuk di Ponpes Islah Bina Al- Ummah Desa Aikmel Kecamatan Aikmel dibatasi setelah para santri terkonfirmasi positif Corona. (M. Gazali/Radar Lombok )

SELONG –  Santri Ponpes Islah Bina Al- Ummah Desa Aikmel Kecamatan Aikmel yang terpapar Covid-19 bertambah. Dari sebelumnya enam orang, kini menjadi 11 santri. Total 11 santri  terkonfirmasi positif ini merupakan hasil tracing kontak yang telah dilakukan Satgas terhadap para santri dan tenaga pendidik yang ada lingkup Ponpes setempat. Para santri yang positif tersebut saat ini sedang menjalani perawatan di RSUD  Selong dan RSU Labuhan Haji. Para santri ini disinyalir terpapar transmisi lokal.” Setelah dilakukan swab enam  orang di santri di RSUD Selong ini hasilnya positif. Dan yang terbaru 15 santri di RSU Labuhan Haji setelah hasil swabnya  keluar hari ini (kemarin red) lima orang juga positif,” sebut Kepala Dinas Kesehatan Lotim, Paturrahman, Senin (22/2).

Sedangkan santri lainnya dari 53 orang itu sebut masih menunggu hasil uji swab untuk memastikan apakah mereka juga ikut terpapar atau tidak. Dari hasil tracing kontak dan penelusuran awal yang telah dilakukan, dugaan awal karena transmisi lokal. Untuk mengantisipasi terjadi penyebaran berbagai upaya telah dilakukan. Diantaranya menghentikan sementara aktivitas belajar termasuk menutup Ponpes tersebut selama beberapa hari ke depan.” Dan kita juga telah memerintahkan teman-teman di Puskesmas dan Satgas kecamatan untuk tetap turun lakukan pemantauan dan pengawasan,” tutupnya.

Terpisah, pembina Ponpes Islah Bina Al- Ummah, Izzuddin, ketika dikonfirmasi menceritakan bagaimana para santri di Ponpesnya itu terpapar. Ada beberapa santri perempuan mengeluh kehilangan penciuman ketika makan. Bermula dari sana, pihak Ponpes langsung mengambil tindakan untuk memulangkan para santri tersebut.  Tim Satgas Covid-19 kemudian turun mengecek kondisi kesehatan para santri  termasuk santri laki- laki yang ada di Ponpes. Termasuk juga melakukan rapid antigen terhadap para  tenaga pendidik. Namun untuk tenaga pendidikan semuanya dinyatakan negatif.” Kemungkinan para santri yang positif ini terpapar dari wali santri. Karena terakhir ada beberapa wali santri dari Sembalun  yang sempat bertemu langsung dengan para santri kita ketika datang berkunjung,” ungkapnya.

Selama pandemi  pihaknya telah menerapkan protokol kesehatan dengan begitu ketat. Baik itu menyangkut kebersihan termasuk juga membatasi aktivitas orang keluar masuk ke dalam ponpes. Dan juga tidak memperkenankan  siapapun yang datang berkunjung bertemu langsung dengan santri.” Namun dengan kejadian ini tentu akan ada hikmah di baliknya,” ungkapnya.

Dari enam santri yang pertama terjangkit Covid kondisi kesehatanya semakin membaik setelah menjalani perawatan di rumah sakit. Bahkan salah satunya telah dinyatakan sembuh dan dipulangkan.” Setelah adanya santri kita yang positif maka untuk sementara aktivitas belajar mengajar di Ponpes di hentikan sementara. Termasuk juga menutup Ponpes selama beberapa hari kedepan,” tandasnya.(lie)

BACA JUGA :  24 Pasien Sembuh, 21 Kasus Baru Positif, Satu Orang Meninggal