Tokoh Jerowaru Bentuk Panitia Pesta Kaliantan

RAPAT: Para tokoh masyarakat di Kecamatan Jerowaru, khususnya di Desa Seriwe, menggelar rapat untuk membentuk kepanitiaan, agar pelaksanaan pesta rakyat Bau Nyale di Pantai Jaliantan bisa meriah (IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG—Pelaksanaan Pesta Kaliantan yang akan berlangsung di Pantai Kaliantan, Desa Seriwe, Kecamatan Jerowaru, Lotim, tinggal menunggu hari digelar. Karena itu, sejumlah tokoh masyarakat di Kecamatan Jerowaru berkumpul membentuk kepanitiaan, sehingga kegiatan nanti dapat berlangsung meriah, meski minim dukungan dari pemerintah daerah.

Sekretaris Pelaksana Pesta Kaliantan, sekaligus Wakil Ketua DPD KNPI NTB, Arsa Ali Umar mengatakan, Pesta Kaliantan yang akan di gelar pada tanggal 16-17 Februari ini bisa dipastikan akan berlangsung meriah. “Meski kita kekurangan dana, tapi kita pastikan pesta rakyat Bau Nyale di Lotim ini dipastikan berlangsung meriah,” janjinya.

Dikatakan, dalam pesta rakyat nanti pihak panitia juga akan menggelar acara Festival Gendang Beleq, yang rencananya akan diikuti oleh grup kesenian Gendang Beleq se Kabupaten Lotim. Sehingga budaya-budaya Sasaq yang ada di Lotim tetap lestari dan berjalan.

Tak hanya Festival Gendang Beleq saja lanjutnya, pesta rakyat atau yang dikenal dengan pesta Bau Nyale juga akan dimeriahkan dengan Festival  Praje (Kuda Lumping) yang bisa menarik wisatawan asing untuk mengikuti festival ini.

[poatingan number=3 tag=”nyale”]

“Kalau pada malam harinya ada Drama Rudat dan Wayang Kulit yang akan kita siapkan. Namun tidak menutup kemungkinan acara juga akan bertambah jika ada kucuran dana dari pemerintah, baik pusat maupun pemerintah daerah,” harapnya.

Untuk itu pihaknya berharap kedepan budaya Pantai Kaliantan ini bisa diambil alih oleh Pemerintah Daerah (Lotim), sehingga Budaya Pantai Kaliantan bisa lebih meriah. Hal ini juga untuk memajukan daerah selatan Lotim, yang kini mulai banyak diincar para investor untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata.

Sedangkan Sekdes Seriwe, M. Syu’aibun Hadi, mempertanyakan dana yang dikeluarkan oleh Dinas Pariwisata Lotim tahun 2016, yang mengaku mengeluarkan dana sebersar Rp 15 juta untuk Pesta Bau Nyale di Kaliantan. Pasalnya, yang mereka tandatangani hanya Rp 8 juta saja. “Mana pemerintah (Lotim) pernah mengeluarkan uang sebesar Rp 15 juta. Yang kita tanda tangani itu hanya sebesar Rp 8 juta. Jadi tidak ada uang sebanyak Rp 15 juta itu,” tegasnya.

Disampaikan, dengan dana sebanyak Rp 15 juta, panitia tahun lalu mengalami kerugian. Namun demi daerah, serta memeriahkan budaya Pesta Kaliantan, panitia pun memutar otak. “Terus kemarin kita baca di media, dia (Pemda Lotim) anggarkan Rp 15 juta. Mana uang itu?“ kesalnya.

Untuk itu, dia hanya berharap kedepannya pesta Budaya Kaliantan dapat diambil alih oleh Pemerintah Daerah (Lotim). Sehingga pesta rakyat ini bisa lebih meriah. (cr-wan)