Tokoh Agama NTB Tolak People Power

Siapapun yang Menang Harus Diterima

Tokoh Agama NTB Tolak People Power
BERKUMPUL : Ratusan tokoh agama NTB berkumpul di Mataram kemarin. Mereka menyepakati beberapa hal penting berkaitan dengan pelaksanaan Pemilu. Diantaranya menolak rencana people power yang digaungkan sejumlah tokoh nasional menyikapi hasil perhitungan suara KPU. Mereka berharap warga NTB menerima hasil Pemilu. (DERY HARJAN/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Rencana people power (penggulingan kekuasaan presiden secara paksa melalui aksi demonstrasi rakyat) sebagai respons dan protes atas pengumuman hasil Pilpres tanggal 22 Mei mendatang mendapat tanggapan dari tokoh agama di NTB. Para tokoh sepakat menolak people power karena bertentangan dengan konstitusi negara. Para tokoh agama sebaliknya meminta masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya pada penyelengara Pemilu.

Ini mengemuka saat ratusan tokoh agama NTB berkumpul di Hotel Lombok Raya Mataram, Rabu (15/5). Salah satu tokoh agama, TGH. Yusuf Makmun misalnya, menyatakan people power bukanlah  langkah yang tepat. Selama prosedur telah dilalui dengan baik dan benar oleh penyelenggara pemilu maka pihak manapun harus menerima siapapun yang terpilih.”Siapapun yang terpilih itu harus kita akui dan ikuti,” ungkap tokoh Nahdlatul Wathan (NW) ini.

BACA JUGA: Deklarasi Kemenangan Prabowo-Sandi di NTB

Hal senada juga disampaikan oleh sesepuh Nahdlatul Ulama (NU) TGH. HL. Turmudzi Badarudin. Ia mengatakan bahwa siapapun yang terpilih harus diterima. Sebab itu adalah hasil pilihan masyarakat.”Mari jaga persatuan dan kesatuan agar bangsa tetap tegar dalam menghadapi setiap cobaan dan musibah,” ajaknya.

Sementara itu Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda) NTB, Tarwo Koesnarno, mengatakan, menjelang 22 Mei 2019 banyak berita bohong (hoaks) yang menyebar sehingga memicu situasi politik masih memanas. Ia meminta masyarakat cerdas dalam menerima informasi. “Mari kita berdoa bersama dan menjaga umat semoga Allah mengabulkan doa kita agar Indonesia siapa pun yang terpilih dapat melanjutkan pembangunan dan para wakil rakyat dapat amanah dalam menjaga amanat rakyat. Semoga NTB selalu damai” harapnya.

BACA JUGA: Dikalahkan Evi, Farouk Persoalkan Foto

Di akhir acara, sekitar 140 tokoh agama yang hadir mendeklarasikan beberapa hal diantaranya mendukung terciptanya situasi damai di semua waktu dan tempat khususnya di bulan suci ramadan mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga perdamaian, persatuan dan kesatuan serta menghindari fitnah opini interprestasi terkait situasi terkini demi menjaga kesucian bulan ramadan,  meneguhkan ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathaniyah untuk mempertahankan ideologi Pancasila dan UUD 1945, mengajak para alim ulama, tokoh masyarakat, tokoh adat, untuk menjaga keutuhan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta melawan siapapun memecah belah umat dan memelopori makar. mendukung kinerja dan keputusan KPU, Bawaslu, dan lembaga resmi terkait Pemilu 2019, mempercayakan penanganan berbagai persoalan keamanan dan hukum kepada aparat resmi.(cr-der)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid