Toko Bangunan Ludes Terbakar

TANJUNG-Kebakaran hebat melalap satu toko bangunan milik Nengah Narwe di Dusun Karang Pansor Desa Pemenang Barat Kecamatan Pemenang, sekitar pukul 07.30 Wita, Rabu (18/5).

Kebakaran ini sendiri mengundang kehadiran warga, terlebih diumumkan melalui pengeras suara masjid. Sehingga warga berbondong-bondong datang membawa ember dan menyiram dengan peralatan seadanya menggunakan air yang diambil dari selokan yang mengalir tepat di seberang jalan toko yang kebakaran.

Saksi mata, Ahmad Yani yang ikut melakukan pemadaman mengatakan, Pemadam Kebakaran (Damkar) Badan Penanggulangan Becana Daerah (BPBD) KLU datangnya sangat lama, sekitar 40 menit pasca kejadian. Itu pun hanya satu mobil damkar dengan dua personel yaitu satu sopir dan satu operator. “Jadi tadi banyak juga yang membantu damkar sampai akhirnya api berhasil padam sekitar jam 8,’’ tututrnya.

Tak hanya itu, kata Yani, yang sangat disayangkan bantuan damkar yang kedua justru datang sekitar pukul 09.00 Wita setelah api berhasil dipadamkan. “Sangat lelet dan ini harus jadi pelajaran, bila perlu di setiap kecamatan harus ada damkar,” terangnya.

Komandan Regu Tim Reaksi Cepat BPBD KLU, M Sai yang ikut memadamkan api menerangkan, damkar secepatnya berupaya datang. Namun memang pada saat kebakaran sedang terjadi pergantian shif. Pada saat damkar datang ke lokasi, memang hanya ada beberapa pemadam yang berseragam, yang lainnya tidak berseragam lengkap. Artinya banyak yang sudah habis shifnya ikut datang melakukan pemadaman. “Kemudian yang perlu diketahui juga, mobil damkar hanya ada dua, satu di tempatkan di kantor (Tanjung) dan satunya lagi di Kecamatan Bayan,” terangnya.

Mobil damkar yang datang pertama kali itu merupakan mobil damkar yang datang dari Kantor BPBD di Kecamatan Tanjung, dengan kapasitas 2.000 liter. Kemudian yang datang belakangan merupakan mobil damkar yang datang dari Kecamatan Bayan dengan kapasitas 5.000 liter. “Yang dari Bayan ini sangat ngebut tadi, bahkan as-nya patah,” terangnya.

Menurut Sa’i, saat kejadian berlangsung, terjadi kepanikan warga, karena api cepat membesar. Maklum saja karena di dalam toko bangunan terdapat banyak cat, tinner dan juga karbit yang memicu api untuk membesar. ‘’Kemudian untuk memadamkan api di tengah banyaknya bahan-bahan yang dapat memicu besarnya api ini sendiri, tentu ada teknisnya,’’ tandasnya.

Narwe sendiri mengatakan, awalnya dia membuka toko dan melihat asap sudah mengepul dari dalam tokonya. Dia sendiri tidak mengetahui pasti penyebab kebakaran. Besar kerugiannya pun belum bisa diperkirakan. ‘’Yang jelas lebih dari puluhan juta,’’ katanya singkat.

Penyebab pastinya kebakaran ini sendiri belum diketahui. Kapolsek Pemenang, AKP Dewa Gede Meriawan mengaku, belum mengetahui penyebab kebakaran ini, apakah akibat korsleting listrik, pembakaran dupa atau lainnya. “Kita masih melakukan penyelidikan, penyebab pastinya kita belum tahu,” terang Meriawan saat ditemui di lokasi kebakaran yang sudah padam kemarin. (zul)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid