Toilet dan Kebersihan dan Problem Mekaki Marathon

MEKAKI MARATHON : TNI dibantu petugas dari Pemkab Lobar membersihkan area Teluk Mekaki, beberapa saat setelah rapat persiapan digelar, Senin (10/4).

GIRI MENANG-Selain persoalan jalan yang belum tuntas diperbaiki oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB bekerja sama dengan Dinas PUPR Lombok Barat (Lobar), air bersih, toilet dan kebersihan juga menjadi persoalan dalam gelaran Mekaki Marathon yang akan dilaksanakan di Teluk Mekaki Kecamatan Sekotong pada 30 April 2017.

Persoalan ini sendiri terungkap dalam rapat panitia di Ruang Kerja Bupati Lobar, dengan dipimpin Dandim 1606 Lobar Letkol Inf Ardiansyah dan Sekda Lobar H. Moh. Taufiq. Maklum saja, di lokasi start dan finis di Teluk Mekaki terungkap pula, tidak ada sumber air bersih. Bahkan tidak ada toilet. Sementara pesertanya sekitar 2.000 orang yang akan datang sebelum subuh. Maka perlu dipersiapkan air bersih dan toilet untuk kebutuhan peserta. “Jadi ini tugas kita untuk menyiapkan air bersih dan toilet. Jangan sampai nanti peserta yang datang kesulitan di lokasi,” tegas Ardiansyah di hadapan sejumlah panitia yang terdiri dari para Kepala SKPD.

Taufiq pun sangat mengatensi adanya air bersih ini. Bila perlu nanti ada tandon-tandon untuk menampungnya. Karena peserta juga perlu dipersiapkan tempat salat, sebelum acara dimulai jam 05.30 WITA. “Jadi kebutuhan air bersih ini penting untuk tempat wudu juga. Jangan nanti peserta sudah datang pagi-pagi, tetapi tidak ada tempat wudu, salat,” jelasnya.

[postingan number=3 tag=”mekaki”]

Adapun untuk solusi air bersih ini dalam rapat kemarin akan diupayakan diambil dari reservoir milik PDAM di Sekotong Barat menggunakan mobil tangki. Selanjutnya dibawa ke lokasi Teluk Mekaki dan ditampung ke tandon untuk kebutuhan air wudu, toilet dan sebagainya.

Sementara untuk ketiadan toilet sendiri dalam rapat kemarin ada sejumlah opsi. Di antaranya ditawarkan agar rumah-rumah atau sekolah yang memiliki toilet layak di jalur yang dilintasi pelari bisa dipergunakan nantinya. Namun menjadi problem ketika di lokasi yang tiada toilet satupun.

Kepala Dinas PUPR Lobar I Made Arthadana pun menyampaikan solusi agar meminjam semua toilet mobile di seluruh Lombok untuk ditempatkan di lokasi acara. Karena kalau hanya ditempatkan beberapa, sementara pesertanya mencapai 2.000 orang, maka tentu tidak bisa dibayangkan kebutuhan toiletnya. Selain itu Made juga memberikan penawaran agar dibangun toilet sederhana menggunakan batako di lokasi acara.

Sementara untuk persoalan kesehatan sendiri, Kepala Dinas Kesehatan Lobar Rachman mengatakan, dokter perawat sudah siap dilibatkan. Termasuk obat-obatan dan juga konsumsi tenaga medis tersebut. Hanya saja pihaknya memerlukan ada ID Card khusus yang dipakai tenaga medis untuk mempermudah di lapangan.

Kemudian untuk tugas kebersihan, Dandim minta SKPD yang punya alat pemotong rumput agar mengumpulkan alat-alat tersebut untuk diapelsiagakan. Namun SKPD saling lempar. Akhirnya Dandim memutuskan agar semua SKPD mengumpulkan masing-masing dua mesin pemotong rumput. “Terserah bagaimana caranya. Yang jelas sore ini, semua alat pemotong rumput harus ada beserta petugasnya. Akan kita apelkan,” tegas Dandim.

Dandim beserta prajuritnya nanti siap menjadi penanggung jawab masalah kebersihan. Hanya saja dia minta support dari Pemkab Lobar. Untuk urusan keamanan dan lalu lintas, pihak Polres Lobar akan diback-up oleh Pol PP Lobar dan Dinas Perhubungan. Namun Kadis Pol PP Mahnan coba berkelit dengan membeberkan kegiatan sepeda tingkat provinsi yang akan melewati jalur Sekotong sehingga para anggota Pol PP akan terkuras ke sana. “Kan bisa dibagi-bagi nanti petugasnya. Masak semua akan mengamankan acara sepeda,” ujar Dandim.

Begitu pula saat Kepala Dispar Ispan Junaidi mengatakan akan ada event presean sore kemarin, sehingga nampaknya sulit akan apel siaga petugas kebersihan, Dandim pun langsung menampiknya. “Kita abaikan dulu urusan yang lain. Ini dulu kita fokus selesaikan,” ujar Dandim.

Untuk urusan transportasi peserta yang nginap di Senggigi, Dinas Perhubungan baru bisa menyiapkan 10 bus. Kapasitasnya antara 40 hingga 60 penumpang. Minimnya jumlah bus ini dikarenakan bus-bus yang ada sudah dikontrak. Belum diketahui apakah dikontrak oleh even organizer (EO) atau orang lain. Jadi harus menunggu EO dulu untuk berkoordinasi. Menyangkut transportasi ke lokasi ini. Ispan menjelaskan, bahwa bus-bus besar nantinya hanya akan mengantar peserta sampai Dusun Rambut Petung. Selebihnya sekitar 1,5 km menuju Mekaki, peserta akan diangkut menggunakan minibus ELF yang lebih kecil. “Kami tidak berani kasih bus besar naik-turun di Mekaki, karena pasti ndak kuat. Ini untuk mengurangi risiko,” ujar Ispan.

Sementara itu Asisten III Fathurrahim pada kesempatan itu memaparkan, sudah ada persiapan tenda untuk menginap yang dipinjam dari sejumlah SKPD. Tenda ukuran besar 1 buah dengan kapasitas 200 orang, ukuran sedang 2 buah dengan kapasitas 50 orang, 4 buah dengan kapasitas 20 orang, dan 10 buah dengan kapasaitas 10 orang. Selain itu sudah disiapkan truk pengangkut dan dapur umum.

Dandim sendiri tak banyak basa-basi, Senin siang kemarin langsung turun ke lokasi untuk melakukan survey. Malamnya akan dilaksanakan rapat lanjutan bersama EO di Mataram.

Sekda sendiri sempat kesal karena tidak ada yang mencatat dari awal pembagian tugas ini. “Masak tidak ada yang mencatat dari tadi,” ketusnya.

Setelah tiga jam rapat, Dandim langsung mengumpulkan belasan pasukannya di Bencingah. Sejumlah mesin pemotong rumput dari Kodim dan beberapa SKPD sudah stand by beserta operatornya. Setelah beberapa mesin terkumpul, tepat pukul 15.15 wita, Dandim lalu memerintahkan pasukannya untuk berangkat ke Mekaki guna membersihkan lokasi Marathon. (zul)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid