TNI-Polri Kompak Perangi Illegal Logging

Brigjen Pol Umar Septono (Ali Ma’shum/Radar Lombok)

MATARAM—Aksi pembalakan liar (illegal logging) masih marak terjadi di NTB.

Dari hari ke hari, kejahatan tersebut terus terulang. Hal ini nampaknya menjadi fokus bersama aparat penegak hukum seperti TNI/Polri. Kedua institusi ini menyatakan komitmen mereka untuk memberantas pembalakan liar ini. ‘’ Ini sudah menjadi musuh kita bersama untuk diperangi,’’ ujar Kapolda NTB Brigjen Pol Umar Septono saat ditemui disela kegiatan donor darah Minggu kemarin (2/10).

Dikatakannya, pembalakan liar ini bukan hanya tanggung jawab aparat penengak hukum melainkan juga seluruh masyarakat di NTB. Dimulai dari penerbitan  perizinan. Perizinan ini disebutnya harus diberikan secara selektif mungkin. Demikian juga dengan kepastian perizinan dan sanggup diawasi setelah izin tersebut dikeluarkan. Jangan sampai perizinan tersebut dikeluarkan tapi disalahgunakan dengan memberikan izin tersebut bukan kepada yang mengurus perizinan itu. ‘’ Jangan sampai izin dikeluarkan tapi tidak dipantau pelaksanaannya. Apakah perizinan tersebut dipakai sendiri atau dibagi-bagi lagi dan sebagainya melanggar atau tidalnya harus tetap dipantau,’’ ungkapnya.

Selajutnya terang Umar,kepolisian akan selalu bersinergi dengan TNI dan jajaran di lapangan. Sinergi ini sebagai upaya untuk meminimalisir tindak pidana pembalakan liar tersebut. Diakuinya bahwa illegal logging  adalah permasalahan yang rumit. Karena setiap kali aparat melakukan penangkapan, pelaku tak jarang disertai dengan surat perizinan yang lengkap. ‘’ Maka ini harus dicek lagi. Perizinan yang lengkap ini benar atau tidak prosesnya. Kayu tersebut juga harus dipastikan didapat atau bersumber dari mana. Ini yang susah,’’ terang Umar.

Sering kali langkah preventif yang dilakukan kepolisian dan TNI sebagai aparat penegak hukum dianggap seolah-olah tidak membela masyarakat. Keadaan ini haruslah dicarikan jalan keluar yang sebaik-baiknya dan akan dikoordinasikan dengan Pemprov NTB. ‘’ Makanya hari Senin besok (hari ini, red) ada pertemuan dengan gubernur dan FKPD untuk membahas masalah ini. Itu lambang keseriusan pemerintah daerah dan kita semua agar bagaimana hutan kita bisa lestari kedepannya,’’ katanya.

Umar menepis pelaku yang ditangkap selama ini hanya pemain kecil saja,sedangkan otak illegal logging ini tidak tersentuh. Menurutnya,  pelaku yang diamankan ini terkadang terputus hanya kepada sopir kendaraan pengangkut kayu curian yang tak lain adalah kurir. Sopir ini juga disebutnya tidak mau mengaku atau menyebut pihak yang memberi perintah. ‘’ Nanti kita telusuri sampai kesana. Karena ini kan seolah-olah berlindung dibaling izin tapi ngambil kayunya di tempat lain. Untuk mengecek perizinan ini memang benar atau tidak kita masih kesulitan. Karena tempatnya yang jauh dan kadang-kadang masyarakat dalam memberikan informasinya itu tidak benar,’’ tukasnya.

Senada dengan Kapolda NTB, Komandan Korem 162/WB Kolonel Inf Farid Makruf mengatakan, pada prinsipnya TNI dan Polri tidak akan pernah mundur menghalangi dan melawan illegal logging. Kelestarian hutan sangat mutlak untuk terus dijaga. Dicontohkannya, banjir hebat yang menerjang wilayah Garut Jawa Barat beberapa waktu lalu salah satu penyebabnya adalah karena kondisi hutannya yang sudah gundul. ‘’ Bencana banjir bah sedahsyat itu karena apa coba?. Karena hutannya sudah gundul,’’ katanya.

Ia juga meminta masyarakat yang melakukan protes kepada TNI/Polri yang melarang penebangan hutan agar menyadari bahwa pembalakan adalah tindakan yang sangat berbahaya bagi kehidupan manusia kedepannya. ‘’ Kami dari TNI/Polri menyatakan tidak akan pernah mundur untuk menghalangi kejahatan illegal logging ini,’’ tegasnya.(gal)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid