TNGR Tambah Kuota dan Lama Pendakian di Rinjani

PENAMBAHAN : Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) menambah kuota dan lama pendakian ke Gunung Rinjani mulai 16 November.(istinewa)

MATARAM – Kuota dan lama pendakian ke Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) akan ditambah mulai 16 November mendatang.

Pasalnya, selama ini jumlah pendakian dibatasi hanya 30 persen dengan durasi dua hari satu malam. Sekarang jumlah kuota yang diberlakukan 50 persen dengan durasi waktu tiga hari dua malam. Pemberlakuan tambahan kuota tersebut sesuai dengan arahan Dirjen KSDAE dan hasil koordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB. Karena itu, kuota dan waktu kunjungan wisata pendakian Gunung Rinjani akan ditambah. Sehingga secara keseluruhan aktivitas wisata di kawasan TNGR dari 17 destinasi yang dibuka 4 jalur pendakian dan 13 jalur non pendakian semua bisa dikunjungi dengan kuota keseluruhan 50 persen. “Peningkatan kuota ini karena melihat animo masyarakat untuk mendaki cukup tinggi. Ini membuat saya dan pemerintah provinsi/ kabupaten dan beberapa stakeholder memenuhi animo tersebut,” kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady.

Berdasarkan kebijakan tersebut jumlah pendaki melalui jalur Senaru maksimal 75 orang perhari, jalur Sembalun maksimal 75 orang, Jalur Aik Berik maksimal 50 orang dan Jalur Pandakian Timba Nuh kuota maksimal 50 orang pengunjung. Sebelumnya pendakian Gunung Rinjani hanya untuk 30 persen dari kuota normal dan lama pendakian, yaitu dua hari satu malam. Ketentuan ini dianggap tidak memberikan dampak ekonomi yang cukup signifikan. Selain itu, para pendaki sering mengeluhkan kehabisan kuota. “Kalau melihat data pendakian jalur Sembalun itu terus full, artinya memang animonya cukup besar di TNGR. Kalau lihat bukit lain di luar TNGR di wilayah kadis LHK itu bukit-bukit disekitar TNGR besar juga. Artinya perjalanan wisata masyaraat Lombok Tinggi,” terangya.

Ia berharap dengan penambahan kuota dan lama pendakian ini diharapkan bisa menjadi stimulus dalam menggeliatkan ekonomi masyarakat di lingkar TN Gunung Rinjani. Meski kuota dan lama pendakian ditambah, protokol Covid-19 harus tetap diterapkan dengan maksimal, seperti memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak. “Semoga dengan peningkatan kuota dan lama pendakian ini tidak ada lagi pengujung yang melakukan overtime dan tetap menjaga kebersihan,” harapnya.

TNGR juga sudah memperoleh sertifikat Clean, Healthy, Safety dan Environment (CHSE) dari Wakil Gubernur NTB. Artinya bahwa Gunung Rinjani sudah lolos uji kelayakan implementasi protokol kesehatan. Sehingga dengan adanya CHSE ini bisa memberikan rasa nyaman bagi para pendaki.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengatakan, penambahan kuota pendakian ini untuk mengakomodir tingginya antusias wisatawan yang ingin menikmati Gunung Rinjani. Sebelumnya kapasitas diberikan hanya 30 persen dan sekarang naik menjadi 50 persen dan lama pendakian juga ditambah. “Tentunya ini kita harus syukuri dibarengi dengan usaha yang lebih lagi untuk bagiaman benar-benar menjaga keamanan, kesehatan seluruh pendaki pada saat melakukan pendakian di Gunung Rrinjani,” ujarnya. (dev)

Komentar Anda