TNGR Gelar Diklat Guide dan Porter Sembalun

DIKLAT: Balai TNGR NTB memberikan Diklat untuk porter dan guide di Kecamatan Sembalun, untuk memberikan pengetahuan dan manambah wawasan mereka terhadap pelayanan kepada para tamunya (JALAL/RADAR LOMBOK)

SELONG—Meningkatkan skill dan kualitas para porter dan guide yang ada di Kecamatan Sembalun, Lotim, Balai TNGR NTB memberikan pelatihan dalam bentuk pendidikan dan pelatihan (Diklat). Kegiatan berlangsung selama dua hari, Rabu hingga Kamis kemarin (2/3), diikuti oleh 50 peserta dari 5 desa di Kecamatan Sembalun, bertempat di Aula Pos Resort TNGR Sembalun.

Selain pihak TNGR, turut menjadi fasilitator dalam kegiatan Diklat ini adalah Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) dan Basarnas NTB. Tujuannya adalah agar para guide dan porter memiliki nilai tawar terhadap tamu. Selain itu juga agar mereka mampu memberikan pemahaman tentang kawasan TNGR dan pemberian pertolongan pertama bagi dirinya maupun tamu yang didampinginya.

"Diklat ini sebagai bekal dasar bagi para pemandu pariwisata, khususnya di Gunung Rinjani maupun destinasi wisata yang ada di Sembalun pada umumnya," kata Kepala Balai TNGR, melalui stafnya, Daniel Alexander Rosongm SH, sekaligus ketua panitia pelaksana.

Diklat ini menurutnya diadakan untuk meningkatkan skill dan kualitas pemandu itu sendiri, dan minggu lalu telah diberikan pelatihan yang sama kepada para guide dan porter di Senaru, Bayan, KLU.

[postingan number=3 tag=”lotim”]

Kegiatan ini merupakan Diklat pertama yang dilakukan dalam kurun waktu lima tahun terahir. Selanjutnya kegiatan ini akan berkesinambungan karena dianggap sangat penting bagi upaya meningkatkan skill, baik dalam hal kemampuan berkomunikasi menggunakan bahasa asing juga dalam pelayanan. Sehingga para porter dan guide memiliki nilai tawar terhadap tamu itu sendiri.

Masih menurut Daniel, bahwa Balai TNGR selalu terus berupaya meningkatkan sarana dan perasarana di kawasan TNGR, serta terus melakukan clean up. Bahkan kedepan TNGR bekerja sama dengan APGI akan memberikan lisensi bagi para pemandu wisata khusus di Gunung Rinjani. "Kedepannya pihak kami bekerjasama dengan APGI akan memberikan ijin dan lisensi khusus bagi Tour Operator dan Guaide Gunung Rinjani, tentunya yang memiliki standarisasi," imbuhnya.

Sementara Kepala Pos Resort TNGR Sembalun, Zainuddin mengklaim bahwa TNGR selau berkordinasi dengan masyarakat, pelaku perawisata dan Muspika yang ada di Sembalun, jika ada perubahan aturan dan program dari Balai TNGR Mataram. "Ya kan masyarakat, pelaku pariwisata maupun Muspika itu sebagai mitra TNGR. Tanpa dukungan dari seluruh stakeholder, program apapun mustahil akan dapat berjalan lancar," jelasnya.

Selain itu juga melalui kesempatan ini pihak TNGR menanggapi rumor yang beredar tentang kenaikan harga tiket musim ini, kalau itu tidak benar. Hanya sistemnya saja yang diubah, dimana kalau dahulu tiket masuk ke Gunung Rinjani untuk tamu asing itu Rp.150.000 per orang per trip, sekarang diubah menjadi per hari. Begitu juga untuk lokal yang dahulu per orang Rp.5000 per trip, sekarng per hari.

Karena acuan kita di dalam perubahan UU tahun 2014 TNGR masuk rayon tiga. "Harga tiket masuk itu tetap, alias tidak naik. Hanya diubah itu sistemnya saja. Kalau dahulu per trip, maka sekarang per hari,” jelasnya. (lal)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid