TKI Tewas Bertambah Menjadi 20 Orang

BERTAMBAH: Jumlah TKI asal NTB yang menjadi korban tewas kapal tenggelam di Batang Kepulauan Riau bertambah menjadi 20 orang. Terakhir 3 orang berhasil diidentifikasi. Ketiganya berasal dari Lombok Tengah.

MATARAM – Jumlah TKI  korban meninggal dunia dari NTB atas tragedi kapal tenggelam di Nongsa, Batam  Provinsi Kepulauan Riau  terus bertambah.

Jumlah korban tewas  menjadi 20 orang setelah 5 jenazah berhasil diidentifikasi.  Kepala Dinas Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil (Sosdukcapil) Provinsi NTB, H Ahsanul Khalik mengungkapkan, dari 5 jenazah yang telah diidentifikasi, sebanyak 3 orang berasal dari NTB. “Ya makanya, bertambah yang meninggal dunia jadi 20 orang sekarang. Kita turut berduka,” ucap Khalik kepada Radar Lombok Jumat malam (11/11).

Ketiga jenazah asal Lombok Tengah tersebut atas nama Suhaili, 35 tahun dari Selat Aik Bawak Desa Aik Berik Kecamatan Batukliang Utara. Jenazah tersebut teridentifikasi dari sidik jari, gigi dan aksesoris yang dikenakan saat ditemukan.

Selanjutnya Usman,  37 tahun asal Lempenge Desa Lekor Kecamatan Janapria dan Irman dengan   47 tahun dari Kolong, Sembelung Rembiga Kecamatan Janapria. “Masih ada 9 jenazah lagi yang belum teridentifikasi,” terang Khalik.

Tragedi kapal tenggelam yang mengangkut TKI dari Malaysia ke Batam telah merenggut 54 korban jiwa dan 41 orang selamat. Dari 54 jenazah yang ditemukan, sebanyak 45 jenazah telah teridentifikasi dam 20 orang berasal dari NTB. Sedangkan dari 41 korban selamat, sebanyak 26 asal NTB.

Sebanyak 9 korban yang belum teridentifikasi tersebut terdiri dari 7 pria, satu perempuan dan satu balita. Diharapkan tidak ada lagi jenazah yang berasal dari NTB. “Tentu kita tidak ingin lagi semakin banyak korban asal NTB,” harap Khalik.

Terpisah, Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Provinsi NTB, Mucharom Ashadi menyampaikan, 3 jenazah yang telah teridentifikasi akan dipulangkan pada hari Sabtu (12/11). “Insya Allah besok dipulangkan, masih diurus cargonya,” terang Ashadi.

Disampaikan, saat ini sudah tidak lagi dilakukan pencarian korban kapal tenggelam. Oleh karena itu, pihaknya kini hanya menunggu 9 jenazah yang belum teridentifikasi saja. “Semoga tidak ada dari NTB lagi,” ujarnya.

Sebelumnya, sebanyak 17 jenazah asal NTB telah dipulangkan. Sebanyak 10 orang asal Lombok Tengah, 6 orang asal Lombok Timur dan 1 orang dari Lombok Barat. Jenazah asal Lombok Timur atas nama Baharudin asal Desa Moyot Kecamatan Sakra, Samsudin,  43 tahun asal Desa Dasan Lekong Kecamatan Sukamulia, Samiin  32 tahun asal Dasan Menak Utara Desa Kalijaga Selatan Kecamatan Aikmel, Ahmad Suparlan, 41 tahun asal Rungkang Desa Jenggik Kecamatan Terara, Ating Fatimawati, 33 tahun dari Kampung Permai Desa Pijot Kecamatan Keruak dan Mustar, 39 tahun asal Desa Buktiang Kecamatan Sakra Barat.

Selanjutnya dari Lombok Tengah yaitu Aldi, 32 tahun Desa Selebung Kecamatan Batukliang, Antoni, 21 tahun asal Dusun Dasan Baru Desa Aik Darek Kecamatan Batukliang, Muhammad Zaini,  29 tahun asal Kembang Karang Desa Aik Darek Kecamatan Batukliang. Mahrun,   49 tahun dari Dusun Tanak Embang Daye, Desa Selubeng Kecamatan Batukliang, Aisyah  27 tahun dari Dusun Aiberik, Kecamatan Batukliang Utara, Rukmin, 39 tahun dari Desa  Batujai Kecamatan Praya Barat, Zainab, 39 tahun dari dusun Tanak Embang Daye, Desa Selubeng Kecamatan Batukliang, Supardi, 33  tahun asal Dusun Lengkarak Desa Langko Kecamatan  Janapria, Khairil Anwar, 18 tahun asal Dusun Tanak Embang Daye, Desa Selebung Kecamatan Batukliang dan Saeful, 30 tahun asal Dusun  Gelogor Mapong, Desa Bunut Baok Kecamatan Praya. Kemudian dari Lombok Barat atas nama Lalu Yakup, 29 tahun asal Mayang Selatan Desa Eat Mayang Kecamatan Lembar. (zwr)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid