TKI NTB Meninggal 10 Orang

MATARAM – Jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal NTB yang meninggal dunia akibat kapal tenggelam terus bertambah.

Dari 54 mayat yang  telah ditemukan, sudah 21 mayat telah berhasil  diidentifikasi dan 10 orang dipastikan berasal  dari NTB.

Kepala Dinas Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi NTB, H Ahsanul Khalik menyampaikan, 9 mayat kembali berhasil diidentifikasi. “Dari 9 mayat itu, 4 mayat diidentifikasi asal NTB. Jadinya sekarang sudah ada 10 mayat asal NTB,” ungkapnya kepada Radar Lombok, Senin kemarin (7/11).

Keempat mayat tersebut sebanyak 3 orang dari Lombok Tengah Supardi usia 33 tahun asal Dusun Lengkarak Desa Langko Kecamatan Janapria, Khairil Anwar usia 18 tahun asal Dusun Tanak Embang Daye, Desa Selebung Kecamatan Batukliang dan Saeful, usia 30 tahun asal Dusun Gelogor Mapong, Desa Bunut Baok Kecamatan Praya.

Kemudian, 1 mayat lainnya asal Lombok Timur atas nama Mustar, 39 tahun asal Desa Bungtiang Kecamatan Sakra Barat. “Masih banyak jenazah yang belum teridentifikasi, kita berharap tidak ada lagi asal NTB,” ucap Khalik.

Berdasarkan data terakhir Pemprov, jumlah penumpang kapal tenggelam sebanyak 101 orang, termasuk awak kapal. Korban meninggal dunia sebanyak 54 orang, korban selamat 41 orang dan 6 orang masih belum ditemukan.

Dari 54 korban meninggal dunia, baru 21 jenazah yang telah berhasil diidentifikasi dan diketahui 10 jenazah berasal dari NTB. Sedangkan 33 jenazah lainnya sampai saat ini masih dalam proses identifikasi. “Sebelumnya ada 6 orang asal NTB yang belum ditemukan, bisa jadi sudah ditemukan tapi belum teridentifikasi,” katanya.

Penumpang asal NTB yang sebelumnya belum ditemukan atas nama Suparlan, Jusman, Aldi, Suhaili, Khairil Anwar dan Zhalimatul yang berusia 4 tahun. Apabila diperhatikan identitas 4 jenazah asal NTB yang belakangan diketahui, hanya nama Khairil Anwar asal Dusun Tanak Embang Daye, Desa Selebung Kecamatan Batu Kliang, Lombok Tengah saja yang tertera. Sementara 5 nama lainnya masih belum diketahui.

Meskipun kemungkinan besar masih ada mayat asal NTB yang belum teridentifikasi, Khalik berharap tidak ada lagi. Mengingat, saat ini amsih tersisa 33 mayat yang belum teridentifikasi. “Saat ini kita fokus untuk pemulangan jenazah yang masih ada di Batam, sebaiknya koordinasikan dengan BP3TKI,” saran Khalik.

Terpisah, Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Provinsi NTB, Mucharom Ashadi menyampaikan, pemulangan jenazah yang telah teridentifikasi akan  secepatnya. Termasuk jenazah asal NTB yang kini bertambah 4 orang.

Terkait dengan jenazah asal NTB, ia memperkirakan bisa diterbangkan hari ini menuju Bandara Internasional Lombok (BIL). Kemudian petugas akan lansung mengantarnya ke rumah duka. “Insya Allah besok (hari ini – red) akan dipulangkan,” terangnya.

Sebelumnya, pemerintah telah memulangkan lima jenazah asal NTB. Sebanyak 4 orang berasal dari Lombok Tengah yaitu Mahrun, usia 49 tahun dari Dusun Tanak Embang Daye, Desa Selubeng Kecamatan Batukliang, Aisyah jenis kelamin perempuan dengan usia 27 tahun dari Dusun Aiberik,  Bagek Nunggal Kecamatan Batukliang Utara, Rukmin jenis kelamin perempuan dengan usia 39 tahun dari Desa Batujai, Kecamatan Praya Barat, Zainab usia 39 tahun dari dusun Tanak Embang Daye, Desa Selebung Kecamatan Batukliang.

Sedangkan 1 orang dari Lombok Timur yaitu Ating Fatimawati dengan usia 33 tahun dari Kampung Permai Desa Pijot Kecamatan Keruak. Sementara untuk Baharudin asal Desa Moyot Kecamatan Sakra, akan dipulangkan belakangan, dimungkinkan bersama 4 jenazah yang belakangan teridentifikasi.

Kabid Humas Polda NTB AKBP Tribudi Pangastuti mengatakan, korban yang selamat juga disebutnya masih berada di penampungan. Tercatat ada 16 orang korban yang selamat dan masih berada di penampungan. Diantara korban yang selamat ini berasala dari berbagai daerah seperti NTB, Jawa Timur, DKI Jakarta dan lainnya. Sementara korban selamat asal NTB yang berhasil dipulangkan ke NTB tercatat sebanyak 22 orang. ‘’ 22 orang yang selamat sudah dipulangkan,’’ bebernya. 

Polda Kepri dan tim gabungan juga disebutnya masih terus berupaya melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan. Pencarian dilakukan sampai waktu yang belum ditentukan. ‘’ Informasi dari Polda Kepri, pencarian masih terus dilakukan kepada korban yang belum ditemukan,’’ tandasnya.(zwr/gal)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid