TKI Lombok Timur Meninggal di Brunei Darussalam

Ilustrasi TKI Meninggal
Ilustrasi

SELONG—Salah seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Lombok Timur (Lotim), dinyatakan meninggal dunia di negara tempatnya bekerja, yaitu di Brunei Darussalam. TKI tersebut diketahui bernama  Abdurrahman, warga Keroya, Kecamatan Aikmel.

Dia dinyatakan meninggal dunia di rumah majikannya, tepatnya di Kampung Sungai Buloh, Bandar Seri Begawan, tanggal 3 Maret 2018 lalu. Kematiannya itu disebabkan karena mengidap penyakit jantung. “TKI yang meninggal ini bekerja sebagai sopir,” jawab Kasi IPK Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Lotim, Lalu Sadli Bachtiar, Selasa kemarin (6/3).

Meninggalnya TKI ini diketahui oleh KBRI, setelah mendapatkan laporan dari kepolisian setempat. Selanjutnya pihak KBRI berupaya berkoordinasi dengan isteri almarhum yang juga bekerja disana. Dari koordinasi itu, isteri almarhum pun akhirnya memberitaukan kematian korban ke keluarganya yang ada di Lombok. “Pihak keluarga akhirnya meminta supaya pihak KBRI membantu pemulangan jenazahnya,” terang dia.

Selanjutnya  jenazah almarhum dibawa ke salah satu rumah sakit untuk dilakukan otopsi. Ketika itu pihak KBRI, termasuk majikan tempat almarhum bekerja juga ikut mendampingi jenazah almarhum.

Dari hasil otopsi, kematian almarhum ini disebabkan karena masalah jantung. Itu berdasarkan surat resmi yang dikeluarkan oleh pihak rumah sakit. Selain itu, dari hasil penyidikan pihak kepolisian juga tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan dalam tubuh korban.

Dijelaskan, berdasarkan catatan dari KBRI, almarhum ini datang ke Brunei Darussalam bersama dengan istrinya, Rusniati, pada Desember 2017 yang lalu. Almarhum bekerja sebagai sopir, sedangkan istrinya bekerja sebagai pembantu rumah tangga, dengan majikan yang berbeda. “Laporan dari KBRI, almarhum ini ditemukan sudah tidak bernyawa di kamar tempatnya bekerja,” ungkapnya.

Terkait dengan pemulangan jenazah almarhum lanjutnya, KBRI pun telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait, untuk membantu pemulangan jenazahnya itu. Baik itu dengan Kemenaker, BNP2TKI, BP3KTI, termasuk dengan Disnaker Lotim. “Informasi yang kita dapatkan, jenazah almarhum akan  diterbangkan dari Brunei Darussalam pada hari Selasa ini,” sebutnya.

Proses pemulangan jenazah almarhum ini kata dia, yaitu menggunakan pesawat Royal Brunei tujuan Jakarta. Baru setelah itu akan diterbangkan kembali ke Lombok Internasional Airpot (LIA), untuk selanjutnya jenazahnya akan diantarkan ke kampung halamannya di Desa Keroya, Kecamatan Aikmel.

“Pemulangan jenazah almarhum ini biaya sepenuhnya ditanggung oleh majikan. Dan selama bekerja, yang bersangkutan juga tidak pernah nunggak gajinya,” pungkas Sadli. (lie)