TKI Jadi Pilihan Utama untuk Menyambung Hidup

Abdul Muhid (IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG—Meski menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sering mendapat masalah, namun sebagian besar warga Desa Lepak, Kecamatan Sakra Timur, tetap masih menjadikan TKI sebagai pekerjaan utama untuk menyambung hidup.

Seperti Pengakuan salah satu guru PNS yang mengajar di salah satu SD di Desa Surabaya Lepak, yang suadaranya rata-rata menjadi pegawai, berkat adanya uang ringgit yang mengalir dari negeri Malaysia. Menurutnya, tanpa ada ringgit yang  mengalir, semua saudaranya tidak akan lulus sekolah.

“Jujur saja, semua saudara saya hidup dan lulus sekolah karena ada ringgit yang mengalir. Makanya masyarakat sini 90 persen menjadi TKI, karena itu dalah salah satu pilihan sebagai penyambung hidup,” ungkapnya Jumat (4/11).

Namun meskipun menjadi TKI, rata-rata pemuda setempat berangkat lebih memilih melalui jalur resmi atau legal. Mungkin hanya beberapa masyarakat saja yang melalui jalan illegal (tidak resmi). Itu terjadi, berkat tingkat kesadaran masyarakat yang sudah mulai tumbuh, bagaimana terancamnya keselamatan jika tidak melewati jalur resmi.

“Seperti sekarang ini kan banyak TKI yang mengalami kecalakaan, karena disebabkan oleh diri sendiri. Sendainya dia menjadi TKI legal, tidak mungkin lewat laut dan naik perahu seperti itu,” sesalnya.

Sementara Kepala Desa Surabaya Lepak, Abdul Muhid mengatakan, bahwa desanya merupakan salah satu desa yang pertama bekerja di Malaysia. Masyarakat hingga kini bahkan masih memilih menjadi TKI sebagai mata pencaharian untuk menyambung hidup.

Diakui, masyarakat Surabaya Lepak yang kini masih berada di rumah, hanya orang orang yang sudah tua saja. Sedangkan masyarakat lain, khususnya pemuda berada di Malaysia. Dengan tingkat pendidikan yang masih rendah, di kampong tentu tidak bisa mencari pekerjaan. “Tapi saya bersukur melihat banyak yang ke Malaysia. Kalau berada disini, masyarakat kami mau makan apa? Sarjana saja banyak yang nganggur, apalagi yang lulusan SMA,” ungkapnya.

Namun diakui sejak berdiri salah satu perusahaan milik warga asing di Desa Surabaya Lepak, para pemuda banyak yang sudah bekerja di perusahaan itu. Pasalnya pihak desa telah melakukan kerjasama dengan perusahaan yang bergerak di bidang penjualan Ayam ini untuk mengambil karyawan dari desa.

“Sejak perusahaan itu berdiri, anak anak yang lulus SMA sekarang bisa bekerja disana. Karena kita sudah bekerja sama dengan pihak perusahaan itu, dan Alhamdulillah puluhan orang sudah bekerja dan itu berasal dari Surabaya Lepak saja,” ujarnya bangga.

Dengan demikian lanjutnya, guna mengatasi dan mencegah banyaknya masyarakat yang menjadi TKI, dia berharap kepada pemerintah baik pusat maupun daerah untuk membuka lebih banyak lapangan pekerjaan di desa. “Jika ada perusahaan yang dibangun di Lombok ini, jangan ambil dari laur daerah, mari kita utamakan putra daerah kita,” pungkasnya. (cr-wan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid