Titik Kekeringan Diprediksi Bertambah

KEKERINGAN : Warga di Kecamatan Lembar menerima bantuan air bersih beberapa waktu lalu. Tahun ini kekeringan diprediksi meluas (Dok/RADAR LOMBOK)

GIRI MENANG –Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Barat memprediksi titik kekeringan akan terus meluas menyusul masih lamanya musim kemarau. Saat ini saja sudah banyak desa yang meminta bantuan air bersih. BPBD belum bisa menyelesaikan kasus kekeringan secara jangka panjang karena terbentur oleh minimnya anggaran.” Kita prediksi titik kekeringan di Lombok Barat akan bertambah terus, terutama di Kecamatan Sekotong, Kuripan, dan Lembar,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Lombok Barat HM. Najib di kantornya kemarin (9/9).

Menurutnya, peningkatan ini bisa mencapai 10 persen. Pada tahun ini pihaknya baru bisa membuatkan sumur bor di dua titik daerah rawan kekeringan, salah satunya di Desa Kedaro Kecamatan Sekotong senilai Rp 300 juta.

BPBD Lombok Barat mencatat bencana kekeringan di Lombok Barat  setiap tahun mengalami peningkatan. Tahun 2013 lalu tercatat di 78 titik (dusun). Tahun 2014 naik hampir dua kali lipat mencapai 117 titik.  Tahun ini pun diperkirakan akan parah karena adanya dampak dari el-nino yang mengakibatkan kekeringan yang meluas.  Saat ini saja kekeringan melanda sebagian daerah Lombok Barat bagian utara seperti kecamatan Gunung Sari, Batulayar dan bagian selatan yakni Kecamatan Sekotong dan Lembar.

Sementara itu data kekeringan di BPBD Lombok Barat berbeda dengan di Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Di Dinas Sosial, tahun lalu data kekeringan terdiri dari 6 kecamatan, 21 desa, 71 dusun dengan jiwa terpapar 17.034 orang. Tahun ini baru masuk ada tiga desa yakni Desa Labuan Tereng 7 Dusun, Desa Kedaro sebanyak 4 Dusun, dan Sekotong Barat sebanyak 5 Dusun. Diperkirakan surat laporan akan masuk antara Agustus dan September. Di bulan ini pihaknya kewalahan akan mendrop permintaan air bersih.(flo)