Tinggal Digubuk Reot, Berharap Makan dari Tetangga

GUBUK REOT: Dua warga yang tinggal di gubuk reot membutuhkan perhatian Pemerintah KLU.(HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG–Di Kabupaten Lombok Utara (KLU) masih banyak warga yang tinggal di rumah tak layak huni (RTLH), bahkan terparah ada yang masih tinggal di gubuk reot.

Di antaranya di Dusun Tebanyak, Desa Tegal Maja, Kecamatan Tanjung. Tampak dua warga yaitu Inaq Surnip dan Inaq Karnip, tinggal di gubuk reot yang bersebelahan.

Adapun Pelaksana Tugas Kepala Dinsos P3A KLU Fathurrahman turun meninjau lokasi. Diketahui, keduanya tidak memiliki keluarga; tinggal di lahan milik salah seorang keluarga Inaq Karnip selama tiga tahun dengan mendirikan gubuk. Untuk hidup, keduanya kerja serabutan. Namun tetap tak bisa memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Untuk itu mengharapkan belas kasihan tetangga.

BACA JUGA :  Dewan Klungkung Apresiasi Peningkatan PAD KLU

Kondisi ini sangat miris, terlebih mereka tidak memiliki administrasi kependudukan. “Pertama kita akan buatkan dulu adminduknya supaya mereka bisa mendapat bantuan seperti PKH. Setelah itu baru dibangunkan rumah,” ujar Fathurrahman.
Dijelaskan, kondisi rumah keduanya sangat tidak layak.

Rencananya akan dibongkar dan dinas akan membangun rumah permanen bagi kedua lansia tersebut. Anggaran yang digunakan yaitu biaya tidak terduga (BTT). “Itu memungkinkan di anggaran tidak terduga di BPKAD. Itu diperuntukkan bantuan darurat yang tidak direncanakan. Kita perkirakan rumah yang tidak layak seperti ini di KLU banyak, tapi kita prioritaskan jompo terlantar dulu,” jelasnya.

BACA JUGA :  Warga Tanjung Kembalikan Rastra Kuning Berkutu

Dari informasi yang didapat, Inaq Surnip dan Karnip merupakan janda mati. Mereka sempat menikah dan tinggal di Desa Teniga. Namun setelah suaminya meninggal justru memilih pulang ke Tegal Maja. Hanya saja, saat dikroscek perihal adminduk di Desa Teniga, nama yang bersangkutan tidak ada.

“Yang jelas mereka warga Lombok Utara. Maka kita harus hadir memberikan bantuan. Kalau tidak begini mereka tidak bisa punya rumah yang layak. Rencana kita akan buatkan rumah berukuran 3 x 6 dengan dua kamar sehingga nanti punya masing-masing satu kamar,” pungkasnya. (flo)