Tim Sergap Kementan Pantau Harga Jual Gabah Petani

BKP Kementan RI Ingin Harga Gabah Diatas Rp4.000/kg

Tim Sergap Kementan Pantau Harga Jual Gabah Petani
JUAL GABAH: Kepala BKP Kementan RI, Agung Hendriadi, Kepala DKP NTB, Hj Budi Septiani, Kepala Bulog NTB, H Achmad Ma’mun dan Dandim 1615/Lotim, Letkol Agus Setiandar, menyaksikan langsung petani menjual gabahnya kepada Bulog seharga Rp4.300/kg, untuk GKP di Wilayah Sikur, Lotim, Rabu (7/3). (LUKMAN HAKIM/RADAR LOMBOK)

SELONG–Kepala Pusat Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Agung Hendriadi, bersama Tim Serapan Gabah Petani (Sergap) Provinsi NTB, mendatangi langsung lokasi panen padi petani di Kecamatan Sikur, Lombok Timur, Rabu kemarin (7/3).

Kesempatan itu, Tim Sergap Provinsi NTB, besama Tim Sergap Kementerian Pertanian (Kementan) RI, sekaligus memastikan bahwa harga jual gabah di tingkat petani tidak kurang dari Rp4.000/kg untuk gabah kering panen (GKP).

Demikian Ketua Tim Sergap Kementan RI, yang juga Kepala Pusat BKP, Agung Hendriadi, juga ingin memastikan serapan pembelian gabah petani disaat musim panen raya gencar dilakukan oleh Perum Bulog Divre NTB. Selain harga beli ditingkat petani juga bisa terjamin, sehingga menguntungkan bagi petani.

“Kita ingin Bulog mulai menyerap gabah petani dengan harga diatas Rp4.000/kg untuk GKP,” kata Agung Hendriadi, seraya menyaksikan langsung proses transaksi Perum Bulog Divre NTB dengan petani di Wilayah Sikur, Lombok Timur, dengan harga beli Rp4.300/kg untuk GKP.

Kepala BKP Kementan RI selaku Ketua Tim Sergap Pusat, Agung Hendriadi bersama Kepala DKP NTB, Hj Budi Septiani, Kepala Bulog Divre NTB, H Achmad Ma’mun, Sekretaris DKP NTB, Ibnu Fikhi, serta Komandan Kodim 1615/Lotim, Letkol Inf Agus Setiandar, dan pihak terkait lainnya, memantau sejumlah lokasi titik pusat panen padi di Lombok Timur dan juga di Senteluk, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat.

Dari pemantauan tersebut, Agung meminta Bulog Divre NTB langsung membeli gabah petani dengan harga diatas Rp4000/kg untuk GKP. Bulog NTB juga diminta lebih gencar menyerap pembelian gabah petani dengan target minimal sebanyak 400 ton setara beras setiap harinya.

Hal tersebut untuk memastikan cadangan stok pangan nasional aman. Terlebih lagi di Provinsi NTB merupakan salah satu dari 12 daerah di Indonesia yang menjadi lumbung pangan nasional untuk sentra produksi padi. “Setiap hari itu Bulog NTB ditarget bisa membeli sedikitnya 400 ton setara beras,” tegasnya.

Agung menyebut, bahwa secara nasional target pengadaan beras hingga Juli mendatang adalah sebanyak 2,2 juta ton setara beras. Khusus untuk NTB ditargetkan pengadaan hingga Juli 2018 mendatang sebanyak 58.800 ton setara beras. Artinya setiap hari itu minimal Bulog bisa menyerap sebanyak 400 ton setara beras.

Ia juga memastikan akan terus memonitoring serapan pengadaan pembelian beras oleh Bulog di Provinsi NTB setiap hari. Hal tersebut untuk memastikan cadangan pangan aman, sehingga mampu mengendalikan harga di pasar tingkat konsumen.

“Serapan gabah semakin banyak akan mampu mengendalikan harga. Selain itu harga beli di petani juga harus bagus, agar petani bisa semangat menanam padi. Harga diatas Rp4.200 /kg GKP ini bagus untuk melindungi petani,” ucapnya.

Sedangkan Kepala DKP Provinsi NTB, Hj Budi Septiani memastikan pihaknya akan terus memantau harga beli gabah di tingkat petani setiap hari. Bahkan DKP Provisni NTB juga telah membentuk tim di setiap kabupaten/kota, khusus untuk memantau harga jual ditingkat petani. “Tim DKP tersebar di setiap kabupaten/kota mengawal harga beli ditingkat petani itu harus diatas Rp4.000/kg,” ucapnya.

Ia menambahkan, DKP Provinsi NTB sebagai koordinator Tim Sergap yang ditunjuk oleh Kementan RI, akan terus melakukan koordinasi bersama Bulog, TNI dan pihak terkait lainnya, dalam rangka menggencarkan serapan pembelian gabah petani. Hal tersebut dalam rangka stabilisasi harga beras di tengah masyarakat, dan juga menjamin harga beli gabah di tingkat petani dalam batas sewajarnya. “Kalau bisa harga jual gabah ditingkat petani itu antara Rp4.000/kg hingga Rp4.500/kg untuk GKP,” harapnya.

Sementara Kepala Perum Bulog Divre NTB, H. Achmad Ma’mun mengaku sudah mulai membeli gabah petani dengan harga diatas Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Dimana HPP sampai sekarang ini Rp3750 ribu/kg GKP, namun Bulog sudah membeli diatas Rp4.200/kg di tingkat petani. “Kami sudah mulai membeli gabah petani di harga Rp4.300/kg. Hingga hari ini serapan sudah diangka 2.000 ton setara beras,” pungkasnya. (luk/*)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut