Tim SAR Hentikan Pencarian Nelayan Hilang di Pantai Gerupuk

Nelayan Hilang
PENCARIAN : Tim SAR Gabungan saat melakukan pencarian terhadap korban atas nama Hidayat yang tak kunjung ditemukan. (ist)

PRAYA — Pencarian seorang nelayan yang hilang di perairan pantai Gerupuk Desa Sengkol Kecamatan Pujut Lombok Tengah tidak juga membuahkan hasil.

Hingga hari ketujuh pencarian, Minggu (6/12) belum menemukan korban Hidayat (27 tahun). Tim SAR gabungan lalu memutuskan untuk menghentikan proses pencarian. “Hingga pencarian hari ketujuh, kita belum berhasil menemukan titik terang keberadaan korban. Berdasarkan pertimbangan teknis di lapangan dan hasil evaluasi tim SAR gabungan, maka pencarian dihentikan karena sudah tidak efektif,” ungkap Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram Nanang Sigit PH.

Ia mengatakan pencarian terhadap korban sudah sangat maksimal sejak hari pertama proses pencarian. Bahkan pada hari keenam Sabtu (5/12), pihaknya melakukan pencarian menggunkan  pesawat dengan nomor registrasi PK-S208 tipe Microlight, penyisiran di perairan, sepanjang pesisir pantai. Kemudian dilakukan penyelaman hingga memperluas area pencarian.   “Untuk hari keenam kemarin, kami juga sudah melakukan pencarian melalui udara, mencoba terbang sekitar 54 menit, tapi kami tidak bisa masuk ke area pencarian wilayah Gerupuk, hanya bisa melaksanakan pencarian di wilayah perairan bagian barat karena area pencarian di wilayah timur awannya terlalu rendah dan tebal,” katanya.

Selain Basarnas Mataram yang menerjunkan tim rescue Pos Siaga SAR Mandalika, potensi SAR lainnya yang ikut terlibat dalam pencarian korban adalah TNI, Polri, BPBD, Tagana, penyelam tradisional, nelayan, masyarakat setempat dan unsur lainnya.

Seperti diketahui, korban merupakan warga Dusun Gerupuk, Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah yang dilaporkan hilang saat melaut di sekitar perairan pantai setempat sejak Minggu (30/11) lalu dengan titik koordinat 08°57’55.61″S – 116°22’5.28″E. Nelayan tersebut, diduga tenggelam setelah perahu beserta mesin yang masih hidup miliknya ditemukan oleh nelayan dari Batu Nampar, Kabupaten Lombok Timur. Lokasi penemuan tidak jauh dari tempat biasa korban mencari gurita

Nanang juga kembali mengimbau kepada para nelayan, melihat kondisi cuaca hingga saat ini masih cenderung ekstrim, seperti curah hujan dan gelombang yang cukup tinggi. Maka tentu sangat membahayakan para nelayan ataupun yang mungkin hobi mancing agar lebih berhati-hati karena dengan kondisi seperti itu akan berpotensi terjadinya kecelakaan di laut. “Kalau ingin melaut perhatikan cuaca, jika tidak memungkinkan di cancel (dibatalkan) saja atau menunggu cuaca lebih membaik. Selama melaksanakan kegiatan di perairan gunakan life jacket sehingga jika terjadi sesuatu masih ada kemungkinan untuk mengapung dan mudah untuk ditolong atau diselamatkan,”imbaunya.(sal)