Tim Peneliti Pastikan Hasil Survey POLRAM Kredibel

pilkada kota mataram
SIAP DEBAT: Empat paslon wali kota dan wakil wali kota Mataram siap tampil debat perdana malam ini. (sudirman/radarlombok)

MATARAM – Survey yang dirilis Political Research and Marketing (POLRAM) untuk Pilkada Kota Mataram 2020, yang menempatkan Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman dengan elektabilitas tertinggi, dituding tidak lebih sebagai alat kampanye dari pihak sponsor untuk mengaburkan elektabilitas pasangan calon (paslon) tertentu.

Pro dan kontra pun terjadi menanggapi hasil rilis survey POLRAM untuk Pilkada Kota Mataram yang menempatkan pasangan Mohan Roliskana – TGH Mujiburrahman dengan elektabilitas tertinggi dari tim sukses tiga pasangan calon wali kota Mataram. Mulai dari respon timses pasangan Lalu Makmur Said – Bahruttaman Ahda (MUDA), Hj Putu Selly Andayani – TGH Abdul Manan (SALAM), dan paket pasangan H Baihaqi – Hj Baiq Diah Ratu Ganevi (BARU).

Menanggapi kritik tersebut peneliti POLRAM Dr Moh Taqiuddin mengatakan sah sah saja timses pasangan calon di Pilkada Kota Mataram merespon hasil survey POLRAM dengan berbagai kritikan. Tapi yang jelas dalam melaksanakan survey, POLRAM tetap menggunaka kaidah kaidah ilmiah, salah satunya adalah Kish Grid atau Kish Selection Grid. Kish Grid ini adalah metode untuk memilih anggota dalam rumah tangga yang akan diwawancarai. Ini menggunakan tabel nomor acak yang ditugaskan sebelumnya untuk untuk menemukan orang yang akan diwawancarai. Dengan demikian hasil survey POLRAM dipastikan kredibel.

“Metode ini dikembangkan oleh ahli statistik Leslie Kish pada tahun 1949,” jelas Dr Taqiuddin, Jumat (6/11).

Sementara itu, Peneliti POLRAM lainnya Azhari tak menampik dalam setiap pelaksanaan survey pasti memiliki ada kelemahan dan tidak ada yang sempurna. Penggunaan metode Kish Grid ini juga biasa dilakukan dalam survey.  Mereka menjadikan data Kepala Keluarga (KK) sebagai basic pengambilan sampel. Karena logikanya orang dewasa yang terpilih jadi responden pasti sudah terdaftar jadi Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Menurut Azhari, hasil dari survey POLRAM terbuka untuk paslon yang ingin tahu lebih dalam. Misalnya di daerah mana yang mereka kuat, mana yang masih lemah. Tentu dengan segala konsekuensinya.

“Kita perlu mengakui kalau ada kelemahan, tapi sejauh ini saya pikir sudah bagus. Sebaran sampel kita proporsional dan mengikuti sampel acak bertingkat. Mereka mengkritik karena hasil survei kita tidak menguntungkan calon mereka,” ucap Azhar.

Seperti diketahui, pada survei tatap muka yang dilakukan POLRAM pada 31 Oktober-2 November itu, elektabilitas paslon nomor urut 1, Mohan Roliskana-TGH Mujibburahman (HARUM) unggul 34,8 persen. Kemudian dibayang-bayangi paslon nomor urut 3 Lalu Makmur Said-Badruttamam Ahda (MUDA) 11,0 persen, paslon nomor urut 2 Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan (SALAM) 10,0 persen, dan paslon nomor urut 4, Baihaqi-Baiq Diyah Ratu Ganefi (BARU) 3,6 persen. Untuk swing voter atau masyarakat yang belum menentukan pilihan mencapai 40,6 persen. (luk)