Tim Labfor Selidiki Kebakaran Vila Kelapa

Kebakaran Vila Kelapa
DISELIDIKI : Tampak sisa bangunan Villa Kelapa yang terbakar dan saat ini masih dilakukan penyelidikan pihak kepolisian. (IST FOR RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Satreskrim Polres Lombok Utara masih menyelidiki penyebab kebakaran di Gili Hostel dan Villa Kelapa di Dusun Gili Trawangan Desa Gili Indah Kecamatan Pemenang yang terjadi beberapa waktu lalu.

Pihak kepolisian telah menurunkan tim laboratium forensik (Labfor) Bali untuk melakukan penyelidikan. Untuk sementara ini, tim penyidik menduga ada unsur kelalaian dari pihak manajemen pengelola. “Kami masih mengumpulkan bahan-bahan penyelidikan. Barusan (kemarin, Red) kami bersama tim Labfor turun ke tempat kejadian perkara (TKP),” beber Kasat Reskrim Polres Lombok Utara AKP Kadek Metria dihubungi via telepon seluler, Minggu (2/7).

Tim Labfor sudah membawa sampel-sampel di lokasi seperti puing dan arang. Untuk saat ini, pihaknya akan menunggu hasil uji Labfor. “Kepastian kapan keluar hasilnya, kami belum tahu. Yang jelas kita menunggu,” terangnya.

Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi, ada indikasi kelalaian dari pihak hotel. Karena pada saat kebakaran, beberapa orang pekerja mengetahui itu tetapi tidak melakukan tindakan pemadaman meskipun di hotel tersedia alat pemadam api ringan (APAR). “Ternyata pekerja hotel ini tidak dilatih menggunakan APAR tersebut. Jadi mereka tidak bisa memadamkan api,” sebutnya.

Baca Juga :  Bupati KLU Geram, Mobil Dinas Digunakan Angkut Barang Dagangan

Selain itu, pihak manajemen juga tidak memiliki hydrant untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran meluas. Jika karyawan sudah terlatih, ia yakin akan cepat melakukan pencegahan. Terkait apakah ada pelanggaran, pihaknya belum bisa memberikan kesimpulan pasal apa yang akan dikenakan. “Nanti akan tunggu hasil dari labfor. Kami harap harus menjadi atensi dari manajemen hotel agar tidak terulang lagi,” tegasnya.

Untuk diketahui, dalam kebakaran yang terjadi di Gili Trawangan, Kamis (29/6) malam lalu. Dalam peristiwa tersebut 36 kamar ludes dilalap api. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini karena 53 orang tamu yang menginap berhasil menyelematkan diri. Namun kerugian materil diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Terpisah, Kepala Desa Gili Indah H Taufik berharap kedepan ada fasilitas pemadam kebakaran di beberapa titik di Gili Trawangan. Semua ini untuk mengantisipasi lebih awal kemungkinan terjadinya kebakaran lebih luas. ‘’Selain itu, seluruh hotel juga harus memiliki fasilitas standar pemadam kebakaran agar bisa diantisipasi secepatnya jika ada kebakaran,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Anding Gantikan Nurjati Jadi Penjabat Sekda KLU

Plt Kepala Satpol PP dan Damkar Lombok Utara Muhammad Muldani menyatakan, pihaknya sudah melakukan pertemuan beberapa waktu sebelum terjadinya kebakaran untuk mengenai kendaraan Damkar yang tidak boleh masuk ke Trawangan. Jika pun dikasih masuk akan kendala masalah air tawar yang digunakan untuk memadamkan api. Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan pantauan terhadap adanya alat-alat kebakaran seperti hydrant dan Apar sesuai UPL/UKL. Jika sudah ada, pihaknya akan memberikan pelatihan yang dijadwalkan oleh pihak hotel, villa dan restoran yang ada di trawangan. “Untuk saat ini kami hanya bisa memberikan imbauan. Baru tahun depan akan memaksimalkannya dengan melakukan pengecekan dan memberikan pelatihan,” katanya. (flo)