Tim JODA Ngaku Tak Terpengaruh Survei Polram

Sudirsah Sujanto (IST/RADAR LOMBOK)

MATARAM-Survei yang dirilis Political Research and Marketing (Polram) terkait elektabilitas Najmul Akhyar-Suardi (NADI) dan Djohan Sjamsu-Danny Karter Febrianto Ridawan (JODA) mengundang pertanyaan dari Tim JODA. Terutama terkait masih tingginya angka swing voters atau pemilih yang belum menentukan pilihan yang mencapai 39,2 persen.

Adapun pada survei yang dilaksanakan 8-12 November 2020, dengan 500 responden dan margin error 4,5 persen itu, elektabilitas NADI di angka 32,8 persen dan JODA 28 persen. “Kok swing voters masih tinggi. Padahal, Pilkada KLU tinggal dua pekan lagi,” Tanya Sekretaris Tim Pemenangan Joda Akbar Sudirsah Sujanto di Kantor DPRD NTB, Senin (16/11) kemarin.

Menurutnya, menjelang pemungutan suara 9 Desember, semestinya angka swing voters mengecil. Mengingat giatnya kampanye paslon kada. “Tetapi justru di rilis survei Polram, angka swing voters masih tinggi,” tandasnya.

Kendati demikian, pihaknya menanggapi santai terkait NADI yang unggul tipis dari JODA itu. Pihaknya sama sekali tidak terpengaruh dengan survei Polram. Pihaknya cukup optimistis JODA akan menang. Apalagi pada survei Poltracking Indonesia pada 17-21 Oktober 2020, yang mempertanyakan “Kinerja Kepemimpinan Djohan Sjamsu dan Najmul Akhyar,” tercatat sebanyak 49,4 persen masyarakat KLU mengatakan KLU jauh lebih baik di bawah kepemimpinan Djohan Sjamsu dibandingkan Najmul Akhyar. Sedangkan, 20,1 persen publik KLU sebaliknya mengatakan KLU jauh lebih baik di bawah kepemimpinan Najmul Akhyar dibandingkan Djohan Sjamsu. Kemudian sebanyak 30,5 persen tidak memberikan jawaban atau tidak tahu. “Ini membuat kami optimis pasangan JODA AKBAR akan menang. Karena masyarakat KLU lebih menyukai kepemimpinan era Djohan Sjamsu,” terang Anggota DPRD NTB tersebut.

Kendati begitu, pihaknya memastikan tidak akan terlena dengan hasil survei itu. Segala sumber daya yang dimiliki akan dikerahkan untuk kemenangan JODA.

Sementara itu, Sekretaris DPC Demokrat KLU Burhan M. Nur juga mengaku heran soal masih tingginya angka swing voters di tengah mepetnya waktu untuk pemungutan suara 9 Desember. Kendati begitu, pihaknya bersyukur hasil survei Polram menempatkan elektabilitas NADI unggul dibandingkan JODA.

Adapun dalam survei internal NADI, selisih elektabilitas NADI dan JODA terpaut di atas 10 persen per Oktober; dengan keunggulan NADI. Sehingga pihaknya meyakini NADI akan menang. “Bahkan, kami yakin NADI akan menang telak dengan target kemenangan 60 persen,” pungkasnya. (yan)