Tiga Tahun Zul-Rohmi Pimpin NTB

TIGA TAHUN: Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah dan Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah bersama Presiden Joko Widodo saat dilantik tiga tahun silam.(DOKUMEN/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Setiap pemimpin punya capaian kinerja masing-masing dalam memimpin suatu daerah. Begitu hal dengan kepemimpinan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) yang genap tiga tahun sudah mempimpin NTB. Berbagai capian kinerja yang dilakukan dalam menjalankan visi misi menuju NTB Gemiling yang tertuang dalam RPJMD.

Jajaran Pemprov NTB melaksanakan tasyukuran tiga tahun kememimpinan Zul-Rohmi dengan berbagai capian kinerja yang sudah dilakukan dikemas dalam acara bincang Gemilang 3 tahun Zul-Rohmi di Taman Budaya, Jumat (17/9) lalu. “Alhamdulillah tiga tahun kepempimpinan Zul-Rohmi kita sudah lewati dengan perjuangan dan doa, perjuangan keluar dari krisis akibat bencana alam, nonalam,” ucap Sekda NTB, H Lalu Gita Ariadi dalam acara tersebut.

Ia menuturkan, awal kepemimpinan Zul-Rohmi terjadi bencana gempa bumi tepatnya pada 2018 lalu. Kemudian memasuki 2019 Zul-Rohmi dilantik pada tanggal 19 September 2018 langsung tancap gas melakukan kerja-kerja rehabilitasi dan rekonstruksi (Rahab-Rekon) pasca gempa. “Ini yang kita lakukan dengan dukungan BNPB dengan kerjasama Kabupaten Kota dengan segalan potensi yang ada kita bangun kembali rumah yang runtuh maupun membangun kembali spirit masyarakat,” tuturnya.

Belum usai pemulihan pasca gempa bumi yang dilakukan Pemprov NTB di bawah kepemimpinan Zul-Rohmi, kembali dilanda bencana nonalam pendemi Covid-19 pada Maret 2020. Bencana nonalam ini ternyata cukup mengganggu dalam menunaikan janji-janji politik Zul-Rohmi yang tertuang dalam RPJMD. “Sampai sekarang kita rasakan dampaknya Covid-19 yang menguras tenaga, energi kita, anggaran kita dan lain sebagainya,” kata Sekda.

Pada 2021 juga dilalui dengan kondisi yang sama, namun jajaran pemerintah terus tetap bekerja keras dalam menjaga momentum pembangunan untuk mengejar terget-target RPJMD yang sudah ditentukan pada masa kepemimpinan Zul-Rohmi. “Di antara kerja keras dan cerdas tersebut alhamdulilah prestasi bisa kita raih dengan capaian-capaian yang sudah bagus. Salah satunya terpilihnya NTB di antara lima provinsi yang mendapatkan predikat WTP 10 kali berturut-turut,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, prestasi lainnya juga dapat dipertahankan, baik atas nama pemerintah, atas nama personal Gubernur NTB dan Wakil Gubernur, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan atas nama warga masyarakat yang sedang terdampak juga mendapatkan prestasi mampu diraih dan dipersembahkan bagi NTB.

Kemudian dari enam program unggulan Zul-Rohmi yang tertuang dalam Misi menuju NTB Gemilang. Seperti program mewujudkan NTB tangguh dan mantap, program unggulan mewujudkan NTB bersih dan melayani, mewujudkan NTB sehat dan cerdas, mewujudkan NTB asri dan lestari, mewujudkan NTB sejahtera dan mandiri, dan mewujudkan NTB aman dan berkah. Yang belum tercapai tentu akan diselesaikan sebelum masa jabatan berakhir pada 2023 mendatang. “Yang belum tercapai tentu kita akan berjuang melakukan akselerasi untuk segara diwujudkan,” tegasnya.

Di samping menghadapi bencana nonalam Covid-19, NTB juga mendapatkan tambahan beban dengan menjadi tuan rumah gelaran World Superbike (WSBK) dan MotoGP yang mau tidak mau harus disukseskan. “Jadi dari yang belum bisa terwujudkan. Dari indikator-indikator yang belum tercapai ini adalah perkerjaan rumah (PR) yang harus segara dituntaskan,” sambung Sekda.

Meski demikian, data Pemprov NTB terhadap pencapaian kinerja RPJMD NTB tahun 2019-2023, sebagian besar sudah dapat dipenuhi sesuai yang ditargetkan. Hal ini terlihat dari capaian pada indikator kinerja utama (IKU) pada tahun 2019 mencapai 75,68 persen dan tahun 2020 mencapai 63,64 persen. Sedangkan indikator kinerja daerah (IKD) pada tahun 2019 mencapai 66,02 persen dan tahun 2020 mencapai 57,73 persen.

Tentu kondisi pandemi Covid-19 ikut memengaruhi capaian beberapa indikator RPJMD yang mengalami kontraksi dan perlambatan. Pada tahun 2020, misalnya, pertumbuhan ekonomi NTB nontambang mengalami kontraksi sebesar 5,19 persen. Kemudian kemiskinan mengalami sedikit kenaikan sebesar 0,35 persen dari 13,88 persen pada September 2019 meningkat menjadi 14,23 persen pada september 2020. Selain itu, angka pengangguran mengalami peningkatan dari 3,04 persen menjadi 3,97 persen.

Sedangkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) NTB mengalami perlambatan sebesar 0,16 persen dari 68,14 point menjadi 68,25 point. Tetapi dengan semangat yang kuat dan ikhtiar bersama, Pemprov terus mendorong upaya pemulihan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dari beberapa indikasi mulai tumbuh dan membaik seperti pertumbuhan ekonomi. Pada triwulan I tahun 2021 masih mengalami kontraksi sebesar 1,81 persen, namun pada triwulan II tahun 2021 tumbuh positif menjadi 5,68 persen.

Begitu juga halnya dengan kemiskinan, terlihat adanya penurunan selama periode September 2020-Maret 2021, yaitu berkurang dari 14,23 persen menjadi 14,14 persen atau turun sebesar 0,09 persen. Momentum ini akan terus dijaga dan ditingkatkan dengan harapan pandemi covid-19 cepat berlalu, sehingga diharapkan target-target RPJMD dapat dipenuhi sampai dengan tahun 2023.

Oleh sebab itu, beberapa capian juga telah terlihat pada tiga tahun kepemimpinan Zul-Rohmi. Diantaranya dalam pogram unggulanmewujudkan NTB asri dan lestari dengan dilakukan menanam pohon untuk memberikan harapan bagi generasi NTB di masa yang akan datang. Sehingga mereka dapat melihat dan menikmati rimbunnya pohon serta hutan di wilayah NTB. Karena itu, selama 3 tahun pemerintahan Zul-Rohmi, Pemprov NTB telah melakukan berbagai upaya rehabilitasi hutan dan pembibitan tanaman produktif, demi mewujudkan misi NTB Hijau.

BACA JUGA :  Defisit Anggaran, NTB Disarankan Ngutang

Hingga tahun ini, capaian Rehabilitasi Hutan dan Lahan di Provinsi NTB adalah 16,38 persen. Upaya yang telah dilakukan Pemprov NTB di antaranya, mengembangkan pembibitan tanaman produktif dengan target 20.000 Ha/desa/tahunnya di 486 desa yang berkawasan dengan kawasan hutan. Rehabilitasi di luar kawasan hutan seluas kurang lebih 45 hektar. Mengembangkan pelestarian sumber matas air dan pemeliharaan daerah aliran sungai.

Sementara itu, capaian rehabilitasi hutan dan lahan di Provinsi NTB tahun 2019 hingga 2021 di antaranya rehabilitasi hutan dari APBD di tahun 2019 seluas 422,25 ha dan di tahun 2021 seluas 545 ha, dengan target 5 tahun seluas 15.000. Dan Rehabilitasi dari sumber APBN KLHK di tahun 2019 seluas 3.100 ha dan di tahun 2020 seluas 1,575 Ha, dengan target 5 tahun seluas 15.000 Ha.

Rehabilitasi dari pemegang IPPKH di tahun 2019 seluas 1.365,45 Ha dan di tahun 2020 seluas 1,237 Ha, dengan target 5 tahun 25.098 Ha.Rehabilitasi dari organisasi Masa, Siswa dan Swasta, di tahun 2019 seluas 4.836,15 Ha di tahun 2020 sebanyak 6.913,50 Ha, dan di tahun 2021 seluas 826.23 Ha, dengan target 10.000 Ha.

Untuk pembibitan Tanaman Produktif di sekitae Desa Pembatasan Kawasan Hutan dengan target 77.760 Ha dalam waktu 5 tahun. Rehabilitasi dari sumber Proposal target 10.000 ha. Dengan Total target Rehabilitasi Hutan dan Lahan di provinsi NTB hingga tahun 2023 adalah, 152.858 Ha.

Tak sendirian, Pemprov NTB juga dibantu oleh Organisasi Massa, Siswa, hingga Swasta terkait Rehabilitasi Hutan dan Lahan sampai dengan bulan Juli 2021 di 10 Kabupaten/Kota se-NTB. Dengan realisasi kegiatan   340.522 Tanaman di tanah seluas 826.226 Ha. Dengan sebaran 100 Lokasi, sebaran terbanyak di Kab. Sumbawa Barat dengan luas 440.5 Ha.

Kemudian, untuk program beasiswa dan 1000 cendekia yang menjadi salah satu unggulan Zul-Rohmi untuk masyarakat kian menunjukan progres baik. Hingga kini tercatat sudah 2.420 mahasiswa yang dikirim dan dikuliahkan di dalam dan di luar negeri oleh pemerintah provinsi melalui Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) NTB.

Ribuan mahasiswa itu tersebar pada berbagai kampus di luar negeri seperti Malaysia, China, Taiwan, Polandia, Ceko, Hungaria, dan Rusia yang tersebar dilebih dari 15 perguruan tinggi negeri maupun swasta. Kendati pandemic Covid-19 menghantam berbagai sendi kehidupan, Pemrov NTB di bawah Zul-Rohmi tetap konsisten terhadap misi pendidikan. Pada tahun 2019-2020 lalu tercatat 595 mahasiswa NTB yang melanjutkan berbagai tingkat pendidikan di luar negeri.

Melihat respon positif terhadap Beasiswa NTB dan keinginan masyarakat untuk melanjutkan studi ke luar negeri, Pemerintah Provinsi NTB memutuskan menggunakan dana APBD untuk mendukung program ini pada tahun 2020 lalu, di mana LPPNTB bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB dalam proses pembiayaan Beasiswa NTB.

LPP NTB telah menjalin komunikasi dengan berbagai pihak seperti Scholarship Collaboration Award Australia termasuk pemerintah lokal di sana, Northern Territory yang sudah mulai dengan program pelatihan. Selain itu dengan USAID dan Pemerintah China yang sudah memberikan beasiswa full dan parsial, Polandia yang sudah jauh-jauh hari sebagai negara pertama menjadi milestone anak-anak NTB ke luar negeri untuk studi melalui Beasiswa NTB,  Taiwan dan Malaysia serta berbagai negara lain yang menawarkan kesempatan belajar di negara mereka.

Kepala LPP NTB Irwan Rahadi menjelaskan, pihaknya melalui program Rumah Bahasa  bersama Dinas Dikbud Provinsi NTB terus berupaya mendorong kapasitas berbahasa asing bagi masyarakat NTB, sehingga membuka peluang bagi yang ingin melanjutkan sekolah ke luar negeri maupun untuk meningkatkan kapasitas pada tempat kerja.

Irwan Rahadi menyebut program untuk mendukung skill bahasa asing yaitu TOEFL dan IELTS Preparation Course beserta tes sertifikasi bagi 600 peserta yang tersebar di 10 kabupaten dan kota di NTB, di antaranya melalui kursus bahasa Mandarin di Kota Mataram yang dibimbing langsung oleh tutor native speaker dari Tiongkok. Program tersebut terlaksana atas kerja sama dengan Confucius Institute Headquarters (Hanban).

Pemprov NTB melalui LPP menerapkan tiga skema pendanaan beasiswa, yaitu fully funded (dibiayai penuh), di antaranya meliputi uang kuliah, biaya hidup sehari-hari, visa, tiket keberangkatan hingga kepulangan, dan asuransi kesehatan. Kemudian skema Co-funding, dengan melakukan kerja sama dengan pihak ketiga seperti perguruan tinggi yang menawarkan beasiswa parsial di antatanya pembiayaan visa, medical check up, tiket keberangkatan.

Selain itu, Co-host, di mana LPP NTB sebagai pelaksana teknis dan penyedia SDM akan didanai oleh pihak ketiga seperti China Scholarship, organisasi perangkat daerah (OPD) khusunya untuk shortcourse atau training. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan skema lainnya yaitu beasiswa partial, di mana awardee juga menanggung sebagian biaya. Contohyan Beasiswa NTB S1 tujuan ke China.

Ditambahkan Kepala Dinas Dikbud NTB, Dr  H Aidy Furqan M.Pd menjelaskan, program beasiswa dan 1000 Cendikia adalah sesuai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemprov NTB 2018-2023. Harapan besarnya meningkatkan kualitas SDM di NTB. Berbagai pihak diharapkan menyukseskan pogram unggulan dari Pemerintah Provinsi NTB, sehingga masyarakat mendapatkan peluang menempuh pendidikan di luar negeri maupun menyelesaikan pendidikan di dalam negeri, sehingga angka partisipasi meningkat, rata-rata lama sekolah tercapai. “Angka partisipasi masyarakat mampu maupun tidak mampu menempuh pendidikan meningkat untuk kuliah di daerah di Indonesia dan luar negri,” jelasnya.

BACA JUGA :  Kibarkan Semangat Kemerdekaan di Tengah Pandemi

Untuk diketahui beasiswa dalam negeri dari Pemprov NTB dibagi menjadi tiga, yaitu  beasiswa miskin berprestasi dengan sasaran mahasiswa berprestasi di kampus yang diukur, dinilai dan diusulkan pihak kampus, dengan pertimbangan dari kalangan keluarga tidak mampu. Kedua, beasiswa kerja sama, yaitu beasiswa yang diberikan kepada perguruan tinggi swasta yang membangun kerja sama dengan Pemerintah Provinsi NTB serta beasiswa unggulan yang merupakan beasiswa pada jurusan tertentu yang dibutuhkan daerah, diusulkan oleh perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta dalam negeri.

Pemprov NTB melalui LPP NTB juga membagi tiga kategori beasiswa luar negeri yaitu kategori A yagn dibiaya secara penuh, kategori B dibiaya  sebagian dan kategori C beasiswa untuk kurus singkat (short course), internship dan program pengembangan diri. Adapun negara tujuan kategori A dan B meliputi Malaysia, di mana total negeri jiran tersebut 254 awardee, Polandia (135), China (28), Sudan (14), Taiwan (9), Ceko (7), Rusia (4) Hunggaria  (1 ).

Adapun penerima beasiswa kategori C di Malaysia 58 awardee, Korea (35), Polandia  (25), Taiwan (9), Thailand (8), Australia  (5) dan China (1). Pemprov NTB juga memberi beasiswa dalam negeri, dengan kategori miskin berprestasi dan stimulan unggulan sejak tahun 2018-2021. Jumlahnya mencapa 1.825 awardee, sehingga dari target 1.000 awarde tahun 2018-2023, hingga per September 2021 telah mencapai 2.420 awardee. Mewujudkan mimpi anak-anak muda NTB melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Melampui target pada tahun ketiga kepemimpian duel dua doctor ini.

Pemerintah Provinsi NTB dibawah kepemimpinan Zul-Rohmi menargetkan pengembangan program unggulan 99 Desa Wisata tuntas pada tahun 2023 mendatang. Artinya, selama kurung waktu lima tahun sejak dilauching program tersebut, intervensi  pemerintah dalam pengembangan 99 Desa Wisata terus dilakukan dari tahun ke tahun.

Bahkan, Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengatakan, Provinsi NTB merupakan salah satu provinsi yang kaya akan keindahan alam dan destinasi pariwisatanya. Bahkan keindahan NTB diyakini sebagai serpihan syurga dan mutiara khatulistiwa yang harus dijaga dengan baik. Salah satu menjaga keindahan itu adalah dengan mendorong desa-desa wisata di NTB menyulap segala keindahannya.

Hasilnya, beberapa desa wisata di NTB banyak mendapatkan penghargaan, anugerah serta kejuaraan tingkat nasional. “Dengan program itu diharapkan desa-desa ini akan bangkit memperbaiki dirinya. Sehingga dengan kita mendorong desa wisata ini banyak multiplier effect yang bisa memberi pengaruh positif terhadap pembangunan desa,” ungkap Wagub saat menjabarkan program unggulan 99 Desa Wisata di ruang kerjanya, Senin (13/09/21) lalu.

Hal itu dibuktikan dengan berbagai penghargaan dan kejuaraan yang diraih oleh desa-desa wisata di NTB. Dari 25 Desa Wisata prioritas pengembangan pemerintah Provinsi NTB tahun 2019 lalu, terdapat sejumlah desa yang tak henti-hentinya diganjar penghargaan dari pemerintah pusat. Di antaranya, Desa wisata Hijau Bilebante Kabupaten Lombok Tengah, terpilih juara dua kategori alam dalam kompetisi BCA Desa Wisata Award 2021, menjadi desa percontohan (pilot) yang mendapat Sertifikasi Desa Wisata (Serti Dewi) tahun 2020 serta berbagai penghargaan lainnya.

Kemudian bergeser ke Lombok Timur yaitu desa wisata Kembang Kuning yang berhasil menyabet juara pertama Lomba Desa Wisata Nusantara Tahun 2019 yang diadakan Kementerian Pariwisata dan Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal RI serta Penganugrahan Certificate CHSE (Cleanlines Healthy Safety Environment).

Selanjutnya, desa wisata Sesaot kabupaten Lombok Barat yang mendapat anugerah penghargaan Indonesia Sustainable Tourism Award 2019 di bidang lingkungan dari Kemenparekraf. Juga Penghargaan dan Sertifikasi Desa Wisata berkelanjutan Tahun 2021 bersama dengan desa Bilebante Lombok Tengah dan Desa wisata Kembang Kuning Lombok Timur dari Kemenparekraf RI.

Begitu juga dengan sejumlah desa wisata lainnya di NTB yang tak kalah menarik dengan berbagai keunikan dan budaya tersendiri. Baik desa wisata yang tersebar di Pulau Lombok maupu Sumbawa, mereka terus berbenah dan mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki agar ke depannya menjadi desa mandiri yang mampu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat itu sendiri.

Misalnya, desa Mas Mas Lombok tengah yang dikenal desa wisata berbasis masyarakat dan pertanian yang menawarkan kepada wisatawan aktivitas masyarakat dalam bertani dan atraksi lainnya. Di kabupaten Bima ada desa wisata Maria yang menawarkan rumah adat “Uma Lengge” yang masih kokoh dan masih dimanfaatkan oleh masyarakat setempat sebagai tempat penyimpanan makanan maupun hasil pertanian. Begitu juga dengan desa wisata Bungin Kabupaten Sumbawa yang memiliki penduduk dan pemukiman terpadat berlokasi di tengah pulau yang tak kalah menarik untuk dikunjungi wisatawan. (sal/*)