Tiga Tahun Sukiman-Rumaksi Pimpin Lombok Timur, Toreh Prestasi Tingkat Nasional hingga Internasional

INDAH: Panorama alam Desa Tete Batu terpilih mewakili Indonesia pada ajang Desa Wisata Dunia 2021 yang digelar UNWTO.

Pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Lombok Timur HM Sukiman Azmy dan H Rumaksi (Sukma) genap tiga tahun pada 26  September 2021. Selama tiga tahun menahkodai daerah berjuluk bumi Patuh Karya itu, Sukma telah berhasil menoreh banyak prestasi dan karya di berbagai bidang untuk kemajuan daerah. Baik di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional.


PRESTASI terbaru, Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy diundang Komisi Informasi Pusat untuk menghadiri dan menerima anugrah apresiasi implementasi Keterbukaan Publik Desa pada Selasa 28 September 2021 di Pagedangan, Tangerang, Banten. ‘’Penghargaan ini menjadi kado istimewa pada tiga tahun pemerintahan Sukiman-Rumaksi,’’ kata Sekda Lombok Timur, HM Juaini Taofik.

BERPRESTASI: RSUD dr Raden Soedjono Selong masuk 3 besar nasional dalam memberikan layanan Jaminan Kesehatan Masyarakat (JKM).

Anugrah dan pemberian penghargaan bertepatan dengan peringatan Hari Hak  Sedunia tahun 2021. Kabupaten Lombok Timur terpilih karena dianggap sebagai salah satu dari 10 kabupaten di seluruh Indonesia yang selalu mendorong keterbukaan informasi kepada lapisan masyarakat sampai ke tingkat desa. Terlebih lagi, hak atas informasi merupakan hak asasi setiap orang. Apalagi melihat derasnya informasi publik di tengah pandemi Covid-19. Di mana semua orang harus menyebarluaskan informasi dengan benar dan tidak menyesatkan.

Karenanya Komisi Informasi Pusat sebagai lembaga mandiri yang mengawal keterbukaan informasi publik di Indonesia berupaya mendorong terpenuhinya kebutuhan informasi publik di seluruh lapisan masyarakat sampai tingkat desa. Hal ini sejalan dengan tujuan untuk mewujudkan kondisi desa yang aman, sehingga dapat memastikan pemerintah desa dapat bekerja secara adil dan efektif guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan mendorong peran aktif masyarakat desa untuk mendapatkan hak atas informasi publik. ‘’Penganugerahan apresiasi implementasi keterbukaan Informasi Publik Desa akan diberikan kepada 10 desa terbaik, salah satunya Lombok Timur yang terpilih mendapatkan penganugrahan dan penghargaan ini telah melalui tahapan penilaian yang dilakukan Komisi Informasi Pusat, BAKTI Kominfo dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi,’’ terangnya.

Tidak hanya itu, prestasi membanggakan  tingkat nasional juga dicapai RSUD dr. Raden Soedjono Selong. Beberapa hari lalu  rumah sakit pelat merah itu masuk 3 besar  nasional tahun 2021. Prestasi ini berkat komitmen RSUD dr Raden Soedjono Selong dalam memberikan layanan Jaminan Kesehatan Masyarakat (JKM) untuk kategori rumah sakit tipe B yang diselenggarakan oleh Badan Jaminan Kesehatan Nasional (BPJS). Hal ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi Pemkab Lombok Timur mengingat dari 12 rumah sakit tipe B di seluruh Indonesia yang mengikuti penilaian, RSUD Raden Soedjono Selong berhasil masuk tiga 3 besar.

BACA JUGA :  PPKM di Lombok Barat dan KSB Turun ke Level 1

Plt Direktur RSUD dr Raden Soedjono Selong, dr Tantowi Jauhari juga mengaku bangga melihat rumah sakit daerah berhasil masuk 3 besar nasional. Ajang yang diselenggarakan BPJS ini masih dalam proses penilaian untuk penentuan posisi 1 sampai 3. ‘’Kriteria penilaiannya mulai dari pendaftaran pasien, pelayanan, pasca pelayanan. Atau dinilai dari hulu sampai ke hilir. Ajang ini untuk mengukur bagaimana  komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan prima dan bermutu bagi masyarakat,” terang dr Tantowi.

Untuk merebut peringkat ke-1, lanjut Tantowi, RSUD Selong akan bersaing dengan dua rumah sakit lainnya, yaitu Rumah Sakit Budi Asih Jakarta Timur dan Rumah Sakit Kristen Mojowarno, Jombang. RSUD Selong sendiri optimis akan mampu meraih peringkat ke-1.

Berikutnya prestasi yang tak kalah membanggakan lagi, yaitu capaian Indeks Desa Membangun (IDM) Lombok Timur juga mendapat acungan jempol dari Kemendes PDTT. Di mana desa di Kabupaten Lombok Timur telah mengalami kemajuan yang pesat selama tiga tahun Sukiman-Rumaksi. Mengacu pada IDM secara nasional, Kabupaten Lombok Timur saat ini berada di posisi 57 dari  434 kabupaten di seluruh Indonesia.

Pada tahun 2020, ada 7 desa mandiri yang ada di Lombok Timur. Tahun 2021, jumlah desa mandiri di Lombok Timur meningkat  menjadi 19 desa. Begitu halnya dengan desa  maju jika mengacu data tahun 2020 sebanyak 96 desa. tahun 2021 mengalami peningkatan signifikan menjadi 126 desa maju. Sisanya 46 desa masih berstatus desa berkembang. “Karena kita terbaik nasional, maka ini  jelas merupakan prestasi tingkat nasional yang ditoreh pemerintahan Sukiman-Rumaksi,’’ kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Lombok Timur, Muhammad Hairi.

BACA JUGA :  Langka, Gerhana Bulan Total Hari Ini akan Terjadi 195 Tahun Lagi

Kata Hariri, meningkatkan IDM desa tidak semudah yang dibayangkan. Apalagi salah satu yang menjadi indikator IDM adalah bagaimana mengubah perilaku masyarakat desa. Indikator ini merupakan suatu hal yang cukup sulit dicapai.

Namun, semua itu bisa dicapai Pemkab Lombok timur. Buktinya, selama tiga tahun ini telah banyak desa di Lombok Timur telah berubah status dari desa tertinggal menjadi desa berkembang, dari desa berkembang menjadi desa maju, dan dari desa maju menjadi desa mandiri. ‘’Bahkan sekarang ini sudah tidak ada lagi desa tertinggal di Lombok Timur. Alhamdulillah, dari tiga dimensi itu sebagai bukti capaian prestasi kita di Lombok Timur,’’ jelasnya.

Kini, yang menjadi fokus kepemipinan Sukiman-Rumaksi dalam sisa dua tahun kepemimpinannya ialah bagiamana mengupayakan supaya tidak ada lagi desa berkembang. Termasuk juga bagiamana jumlah desa mandiri di Lombok Timur juga terus bertambah. “Insyaallah, dua tahun lagi sisa kepemimpinan Sukiman-Rumaksi yang ada  adalah desa maju mandiri. Karena peningkatan status desa ini memberikan dampak yang sangat besar bagi berbagai sendi kehidupan tersebut. Semakin banyak desa mandiri, maka membuktikan telah banyak melalukan inovasi dan improvisasi. Termasuk juga beban pemerintah kabupaten akan semakin kurang. Hal itu juga berdampak terhadap tingkat perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.

Begitu halnya di bidang pariwisata. Mata dunia kini tertuju ke Desa Tete Batu Kecamatan Sikur. Desa ini berhasil terpilih mewakili Indonesia untuk mengikuti ajang  lomba desa wisata dunia atau “The Best Tourism Village 2021” yang diselenggarakan UNWTO. ‘’Jelas, diutusnya Tete Batu merupakan prestasi kita di tingkat dunia. Bukan hanya ini saja tapi banyak prestasi lainnya yang telah dicapai selama tiga tahun kepemimpinan Sukiman-Rumaksi,’’ kata Kepala Dinas Pariwisata Lombok Timur, HM Mugni. (m gazali/bersambung)