Tiga Siswi MAN IC Juara Internasional

Siswa Janwari Irwan/ Radar Lombok MEMBANGGAKAN: Tiga siswi MAN Insan Cendikia Lombok Timur berhasil menyabet juara pada juara internasional dalam lomba jurnal karya ilmiah.

SELONG – Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendikia Lombok Timur berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih juara internasional dalam lomba jurnal karya ilmiah.

Kali ini, tiga siswi MAN Insan Cendikia meraih medali perak pada ajang lomba internasional yang bertajuk Word Investion Competition and Axhibition (WICA) yang diselenggarakan oleh Asosiasi Peneliti Muda Indonesia (APMI) dan Indonesia Scientific Society (ISS) yang bekerja sama dengan Universtias SEGI Subang Jaya Malaysia. Medali perak kategori Life diraih oleh tim MAN IC Lotim atas nama Fierda Azizy Santoso, Baiq Nurul Amalia Ramdani dan Adinda Emilia Sajida diperoleh melalui Presentasi Jurnal Karya Ilmiahnya yang dilakukan secara virtual (Online) pada tanggal 13 September 2020.”Selain meraih medalai perak, tiga srikandi tim MAN IC Lotim juga mendapat penghargaan Science Special Awards dari Universitas SEGI Subang Jaya Malaysia,”kata Kepala MAN IC Aozar Zawad pada Radar Lombok Selasa (29/07).

Aozar Zawad menjelaskan,tim ini mengikuti lomba jurnal karya ilmiah tingkat internasional setelah meraih medalai perak pada lomba jurnal karya ilmiah nasional yang diselenggarakan oleh Indonesia Young Scientist Association (Iysa) pada bulan Februari 2020. Pada lomba itu, tim MAN Insan Cendikia mengajukan jurnal
“Pemanfaatan Ekstrak Kulit Ubi Jalar Ungu dan Rumput Laut sebagai Bahan Edible Coating terhadap Kulit Buah Tomat”. Tim mengambil dari hasil uji coba penelitiannya yang diikutkan dalam lomba karya ilmiah yang diselenggarakan oleh UPI Bandung pada akhir tahun 2019 dan meraih juara harapan 1. ”Menariknya tim ini, empat kali mereka meraih prestasi dari objek kajian yang sama. Pertama juara harapan satu lomba karya ilmiah di UPI, juara dua lomba jurnal karya ilmiah, juara satu lomba video pendek dalam rangka 17 Agustus 2020 tentang memory menarik saat penelitian dan yang keempat juara dua internasional lomba jurnal karya ilmiah,”katanya.

Aozar menyambut baik prestasi anak didiknya itu. Ia berharap prestasi ini menjadi inspirasi untuk memacu semangat bagi siswa lainnya untuk berprestasi lebih hebat lagi. Apalagi ada beberapa siswa juga tengah ikut lomba karya ilmiah yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Nasional dan lomba karya ilmiah yang diselenggaran Kementerian Agama.

Ketua tim lomba Fierda menjelaskan, timnya hanya menggunakan empat orang responden untuk uji coba kembali. Alasan mengapa timnya melakukan uji coba penelitian tomat. Karena sering kali petani membiarkan tomat busuk begitu harganya anjlok atau murah.
“Kasihan melihat tomat yang busuk bila musim panen melimpah,”ujarnya.

Mereka tergerak untuk melakukan penelitian agar tomat tidak mudah busuk. Sehingga bisa membantu petani menyimpan hasil panennya saat harga anjlok. Dari hasil penelitian itu, tomat bisa awet sampai lima hari dengan memanfaatkan rumput laut yang diolah dengan campuran kulit ubi jalar ungu. ” Bahan yang kita gunakan merupakan bahan alami dan banyak ditemukan di sekitar kita terutama kabupaten Lombok Timur yang kaya akan hasil lautnya. Tinggal kita bisa mengolahnya saja,”katanya.

Sementara itu, guru pembimbing tim, Eka Wahyuningsih mengemukakan bahwa bahan baku penelitian anak-anak sangat banyak, mudah dan murah yang merupakan potensi alam daerah Lombok. Rumput laut sebagai bahan baku dibeli di pantai selatan satu gross harganya hanya Rp 15 ribu. ”Potensi alam yang sangat melimpah ini sebaiknya dimaksimalkan pemanfaatannya,” harapnya.(wan/*)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Berita sebelumyaBaihaqi Bernyali, Calon Lain Berani?
Berita berikutnyaSetiap Hari Bagikan 100 Bungkus Nasi Gratis untuk Lansia