Tiga Ruang Belajar Satap Mengkudu Ambruk

AMBRUK: Tiga ruang kelas belajar bangunan Satap Mengkudu Desa Landah Kecamatan Praya Timur ambruk setelah dua tahun tak ditempati, Sabtu (5/11). (ISTIMEWA/RADAR LOMBOK)

PRAYAAmbruknya bangunan sekolah karena termakan usia kembali terjadi di Kabupaten Lombok Tengah. Kali ini terjadi di Sekolah Satu Atap (Satap) SD dan SMP Mengkudu Desa Landah Kecamatan Praya Timur. Ambruknya tiga ruang kelas belajar (RKB) ini karena kondisinya memang sudah lama mengalami rusak parah.

Kepala Satap Mengkudu, Arme menuturkan, ambruknya tiga ruangan belajar ini terjadi pada Sabtu (5/11). Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut karena tiga ruangan ini tidak digunakan untuk peroses belajar mengajar akibat kondisinya yang sudah membahayakan sejak sekitar dua tahun. “Tadi pagi dia amburuk dan Pak Kadis (Kepala Dinas Pendidikan, red) sudah turun langsung mengecek kondisi sekolah. Tiga ruangan belajar ini memang sudah sekitar dua tahun rusak dan sekarang ambruk,” ungkap Arme saat dihubungi Radar Lombok, Sabtu (5/11).

Sebenarnya, kata dia, kondisi sekolah sudah disampaikan kepada pihak dinas dari tahun 2020. Bahkan pihak dinas diklaim sudah pernah datang untuk mengecek langsung kondisi sekolah ini. Namun belum ada tindak lanjut dari pihak dinas terkait dengan kondisi sekolah itu. “Dua minggu yang lalu juga sudah saya sampaikan data dan foto kondisi sekolah ke Kasi Kurikulum Disdik. Tapi tidak ada respons juga, makanya kita sangat berharap agar sekolah kita ini bisa menjadi prioritas untuk diperbaiki. Karena tidak ada tempat anak-anak belajar kalau tidak segera dibangun kembali,” cetusnya.

Baca Juga :  Tak Bisa Jadi PPPK, Anggota Pol PP Honorer Gigit Jari

Menurut Arme, tiga ruangan ini biasa digunakan untuk kelas 1, 2, dan kelas 3. Bahkan untuk kelas 3 digabung menjadi ruang guru. Cuma karena kondisi sekolah yang rusak membuat pihak sekolah tidak berani menempati lagi dan terpaksa harus melakukan proses belajar mengajar secara bergantian. “Jadi ke depan kita akan atur lagi bagaimana pola pembelajaran anak-anak kita ini,” terangnya.

Kepala Disdik Lombok Tengah, H Lalu Idham Halid menjelaskan, pihaknya bersama Direktur Bank NTB Syariah langsung turun mengecek kondisi sekolah roboh setelah mendapat informasi. Pihaknya juga tidak menafikan jika ruangan tersebut tidak digunakan sudah dua tahun lebih karena kondisinya yang parah. “Kepala sekolah juga kita anggap tidak ada upaya seperti ada dana BOS. Kalau menunggu DAK juga mungkin operator sekolah kurang maksimal melapor, apalagi sekarang menggunakan sistem. Makanya saya sudah lapor ke bupati dan memerintahkan kita agar berkoordinasi dengan PUPR, BPBD dan BPKAD,” terangnya.

Di samping itu, Idham juga mengaku sudah menurunkan konsultan untuk menghitung biaya perbaikan sekolah ini. Ke depan, sekolah ini direncanakan akan dibangun melalui biaya tidak terduga (BTT) mengingat ambruknya sekolah ini dianggap musibah. “Kita juga turun dengan pihak Bank NTB Syariah dan sepakat untuk sama-sama menghitung berapa kebutuhan,” terangnya.

Baca Juga :  Loteng Dapat Jatah 940 Kuota ASN

Idham mengaku, selain kondisi ruang belajar yang tidak layak, jumlah peserta didik yang 200 orang ternyata hanya tersedia satu kamar mandi dan itu juga gabung dengan guru. Baginya tidak ada inovasi atau kreativitas dari kepala sekolah, sehingga pihaknya akan meminta Inspektorat untuk melakukan audit penggunaan dana  BOS di tempat tersebut. “Apalagi kita menerima laporan jika kepsek ini jarang masuk, makanya Senin saya koordinasi dengan Inspektorat supaya melihat apa saja yang dibelanjakan selama ini menggunakan dana BOS. Ini juga menjadi bahan evaluasi kita untuk melakukan roling dan lainnya,” terangnya.

Idhan juga sangat berharap agar para wakil rakyat peduli dengan kondisi sekolah ini. Karena untuk melakukan perbaikan dibutuhkan sinergitas semua pihak, di satu sisi kondisi sekolah berbagai fasilitasnya sangat memperihatinkan. “Dewan bisa menggunakan dana pokir atau apalah namanya dalam bentuk hibah untuk membantu melakukan perbaikan,” terangnya. (met)

Komentar Anda