Tiga Remaja Terlibat Penganiayaan yang Menewaskan Muaddi

AKP I Made Sukadana (DERY HARJAN/RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Sat Reskrim Polres Lombok Utara tengah melakukan penyidikan kasus dugaan penganiayaan yang menyebabkan korban tewas di Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Kasat Reskrim Polres Lombok Utara AKP I Made Sukadana mengatakan bahwa pihaknya telah mengamankan empat orang pelaku asal Desa Pemenang Barat. Yang mana dari keempat pelaku, tiga di antaranya anak di bawah umur. “Inisial pelaku P (37) dan tiga anak di bawah umur yaitu R (17), RH (17) M (15),” ujarnya, Rabu (23/11).

Keempat pelaku pada Minggu (6/11), di depan salah satu warung makan di Pelabuhan Bangsal diduga melakukan penganiayaan terhadap korban Muaddi (23) asal Karang Pansor, Desa Pemenang Barat. Penganiayaan dengan cara menendang dan melempari korban menggunakan kursi hingga mengakibatkan korban luka di beberapa bagian tubuh. “Diduga ada ketersinggungan pelaku oleh korban. Sempat ada cek-cok sebelum terjadi penganiayaan. Penyebab cek-cok ini masih kita dalami,” ujarnya.

Baca Juga :  Dugaan Pelecehan Mahasiswi Mandek di Penyelidikan

Informasi yang diserap di lapangan, korban sempat dibawa ke RSUD Tanjung untuk menjalani perawatan selama beberapa hari. Pada Sabtu (12/11) korban kemudian meninggal dunia. Atas kejadian tersebut kemudian pihaknya mengambil tindakan cepat untuk mengamankan pelaku. Setelah melalui proses penyelidikan kemudian penyidikan, empat pelaku akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

Baca Juga :  Tak Tahan Lihat Teman Susah, RH Ajak ES Bobol Rumah

Pasal yang disangkakan yaitu Pasal 171 ayat (2) dan ke (3) tentang pengeroyokan. Ancaman penjara maksimal 7 tahun. Mengingat ancaman penjaranya di atas 5 tahun maka para pelaku pun kini ditahan. Untuk pelaku P ditahan di Polres Lombok Utara. “Untuk yang masih di bawah umur dititipkan di LPA Paramita Mataram,” bebernya.

Meskipun tiga pelaku masih di bawah umur pihaknya akan tetap melakukan proses hukum. Perwira balok tiga ini pun meminta masyarakat menyerahkan penanganan sepenuhnya kepada aparat kepolisian. “Masyarakat kami minta tetap menjaga kamtibmas,” pintanya. (der)

Komentar Anda