Tiga Penadah Curanmor Ditangkap

SELONG—Kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) dengan tersangka AS, warga Suntalangu, Suela, terus dikembangkan polisi. Setelah pelaku ditangkap beberapa hari lalu, Polisi kembali menangkap empat orang yang diduga sebagai penadah.

Keempat orang yang diamankan, selain AS, diketahui bernama SA (28) tahun, MR (32) tahun, SN (25) tahun. Ketiga pelaku belakangan juga diketahui berasal dari Suela, yang diringkus petugas dikediamnnya masing-masing kemarin.

Kapolres Lotim melalui Kasatreskrim, AKP Wendi Oktariansyah menjelaskan, penangkapan para penadah ini setelah dilakukan pengembangan dari tersangka AS. Dari keterangan pelaku ini, petugas pun langsung bergerak menangkap para panadah tersebut. “Para penadah itu ditangkap setelah ada pengakuan dari pelaku yang lebih dulu kita tangkap,” ungkap Wendi.

Dari kasus ini, terungkap jika pelaku AS telah melakukan aksinya di empat lokasi berbeda. Sejumlah motor hasil curian itu dijual kepada para penadah tersebut. Dari tiga penadah itu, petugas mengamankan sejumlah barang bukti. Dimana di kediaman SA, diamankan kerangka motor Satria FU, di rumah MR ditemukan Honda Grand, sedangkan di tangan SN juga diamankan satu unit Honda Grand. “Tiga dari penadah yang kita tangkap, satu diantaranya saudara AS,” terangnya.

BACA JUGA :  Dua Pelaku Curanmor Diringkus

Sebagian dari motor hasil curian pelaku ini sudah berpindah tangan, dan dijual kembali oleh para penadah itu. Bahkan petugas juga sedang melakukan pengejaran terhadap salah satu warga yang diduga kuat ikut terlibat bisnis jual beli sepeda motor curian itu. “Ini yang terus kita kembangkan, karena motor tersebut ada juga dijual ke salah seorang bernisial IS,” sebutnya.

Dari penangkapan itu, para penadah langsung digelandang ke Mapolres Lotim. Selain mengamankan mereka, petugas juga membawa sejumlah barang bukti dan onderdil kendaraan yang sudah mereka bongkar. “Pelaku dan barang bukti sudah langsung kita amankan,” katanya.

Dari hasil penyidikan sementara , dalam menjalankan aksinya, pelaku utama AS menggunakan kunci letter T untuk mengambil motor yang menjadi targetnya. Setelah berhasil, motor langsung dijual kembali ke para penadah. “Sebelum dijual, motor itu dibongkar, kemudian dijual secara terpisah,” tutup Wendi. (lie)