Aksi Heroik Mohan Selamatkan Tiga Pelajar Tenggelam di Kolam MWP

Aksi Heroik Mohan Selamatkan Tiga Pelajar Tenggelam di Kolam MWP
TERJUN : Pejabat Sementara (Pjs) Wali Kota Mataram H. Mohan Roliskana terjun ke kolam MWP menyelamatkan siswa yang nyaris tewas tenggelam karena mengalami kram kemarin. (Sudirman/radar Lombok)

MATARAM – Hari pertama beroperasinya kolam Mataram Water Park (MWP) di Jalan Udayana diwarnai kehebohan. Tiga pelajar yang ikut lomba renang di kolam ini nyaris tewas tenggelam karena diduga mengalami kram. Untung ada H. Mohan Roliskana, Pjs Wali Kota Mataram. Ia spontan terjun ke dalam kolam dan menyelamatkan pelajar tersebut.

Dua siswa asal SMPN 1 Mataram atas nama Wahyu Nugroho dan M. Rofi Wahyu nyaris tenggelam saat menguji lintasan. Beruntung keduanya terselamatkan. Saat melihat kondisi pelajar tersebut, Mohan yang hadir di acara ini langsung terjun. Mohan tidak memperdulikan pakaian kerjanya. Mohan dibantu tim medis setempat menyelamatkan dua siswa tersebut.

Setelah keduanya selamat, selang beberapa menit  lomba kembali dilanjutkan. Kali ini dari delapan peserta, satu siswa bernama I Gusti Ngurah Agung siswa SMPN 9 Mataram juga nyaris  tenggelam di lintasan yang sama. Kepala SMPN 4 Mataram Jupni Amri dan tim langsung terjun ke dalam kolam menyelamatkan siswa tersebut. I Gusti Ngurah Agung diselamatkan tim medis dan dibawa ke Puskesmas Pejeruk untuk mendapatkan penangan medis.

Mohan Roliskana, mengungkapkan, saat menyelamatkan korban, ia melihat sejak awal kondisi yang bersangkutan tidak baik. Ia beberapa kali berhenti secara tiba-tiba. “ Saya langsung lompat ke kolam, karena anak sudah kram. Tidak bisa bergerak lagi, sudah beberapa kali melambaikan tangan meminta pertolongan,” ucapnya.

Meski ada peristiwa itu, ia tetap meminta dinas terkait untuk tetap megoperasikan MWP. Tempat pemandian ini harus tetap berjalan dan persiapan yang lebih matang lagi, kelengkapan yang lain akan ditanggulangi dinasi terkait. “MWP harus tetap beroperasi, karena ini sudah ditunggu masyarakat telah lama, serta dijadikan ruang edukasi bagi para atlet,” ucapnya.

Setelah peristiwa kedua, lomba dibubarkan. Para atlet renang dari beberapa sekolah dipulangkan.  lomba diikuti 30 siswa SMP se-Kota Mataram.

Selama ini kata Mohan, MWP ini mendapat sorotan. Setidaknya tempat ini bisa dilaunching sarana dan prasarana sekaligus lomba renang. Kolam MWP salah satu sarana edukasi, sarana ekonomi, sebagai penunjang kawasan. “ Jangan lagi membiasakan membangun kemudian tidak melakukan perawatan. Karena kebiasaan selama ini, kita  pandai betul membangun tapi tidak merawat,” tegasnya. Menurutnya, MWP  menjadi suatu yang sangat membanggakan dan menjadi salah satu ikon Kota Mataram. Pemkot betul-betul serius membangun  sarana dan prasarana yang dibutuhkan masyarakat.

Sementara itu Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Mataram Amran M Amin mengatakan, untuk keamanan sejak awal sudah disediakan tenaga pendamping. Untuk sementara, karena ada insiden lomba ditunda.”Kita tunda terlebih dahulu, karena ini juga menyangkut psikologi anak,” katanya.(dir/cr-dev)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut