Tiga Pebalap NTB Bakal Tampil Pertama di PON

LATIHAN : Tampak fokus saat Pebalap NTB menjajal latihannya di Sirkuit Selagalas (NASRI/RADAR LOMBOK)
LATIHAN : Tampak fokus saat Pebalap NTB menjajal latihannya di Sirkuit Selagalas (NASRI/RADAR LOMBOK)
Advertisement

MATARAM – Tiga Pebalap NTB dipastikan tampil di PON Papua 2021 mendatang. Penampilan ketiganya bakal jadi pengalaman pertama tampil di multi event olahraga nasional tersebut.

Ketiga pebalap itu terdiri dari, I Ketut Madiasta, Aldiaz, dan Rajendra. Ketiganya bakal turun di nomor yang berbeda-beda. Masing-masing dari mereka sama-sama memiliki peluang menyumbangkan medali.

“Ketiga atlet kita ini semuanya bagus. Mereka sudah buktikan di saat perebutan tiket menuju PON,” ujar Ketua IMI NTB M Nur Haedin, Selasa (21/7).

Dijelaskannya, Ketut Madiasta alias Apem akan turun di nomor 21 tahun ke atas. Di nomor ini semua provinsi menjadi saingan berat. Karena yang lolos semuanya adalah pebalap terpilih dan terlatih. Tapi atletnya tetap optimis bisa mengungguli saingan-saingannya nanti.

“Sekarang kita manfaatkan waktu yang ada untuk berlatih. Mumpung persiapan masih panjang,” bebernya.

Sementara itu, I Ketut Madiasta mengatakan, perjalanan karirnya sebagai pebalap benar-benar dimulai dari nol. Apem mulai tertarik dengan dunia balap motor saat berusia 15 tahun.

”Dulu awalnya coba-coba saja,” bebernya.

Bahkan Apem mengakui jika dulu dirinya sering mengikuti balap liar yang digelar di jalan Udayana dan jalan Lingkar Selatan.

”Balap liar sering saya lakukan. Tapi tidak pakai taruhan, dulu itu gengsi yang lebih diutamakan,” tuturnya.

Memasuki bangku SMA, Apem kemudian mendapatkan tawaran untuk masuk ke salah satu klub balap motor yang ada di NTB. Sejak saat itulah dirinya mulai ikut kejuaraan lokal maupun nasional.

”Itu pertama kalinya saya turun di Kejurnas Motorprix tahun 2004 di Sekongkang, Sumbawa,” bebernya.

Setelah itu, Apem semakin bersemangat menekuni balap motor. Saat itu ada kendala utama pebalap di NTB, yakni belum adanya sirkuit yang bisa digunakan latihan. Akhirnya Apem bersama pebalap lain memilih latihan secara ilegal memanfaatkan ruas jalan umum. Salah satunya di ruas jalan di daerah Turide.

Berlatih di jalan umum tentu memiliki resiko besar. Apem bahkan sempat tertabrak motor tukang ojek yang saat itu sedang membawa penumpang. Beruntung tidak ada yang cidera parah.

”Habis ditabrak itu akhirnya dicegat polisi. Karena latihan tidak ada surat resmi dan menimbulkan kebisingan,” kisahnya.

Meski latihan kerap mendapat kendala, namun Apem berhasil menunjukkan prestasinya di balap motor. Apem tercatat sebagai juara region Bali-Nusra selama enam tahun, sejak 2010-2016. Tidak hanya itu, Apem juga pernah merasakan podium kedua dalam ajang Yamaha Cup Race yang digelar di Malaysia untuk kelas novice.

”Suka duka jadi pembalap ini banyak. Tapi saya nikmati. Sekarang saya fokus untuk PON,” tandasnya. (rie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid