Tiga Kali Lolos, Dua Kali Tertangkap

NARKOBA
DIAMANKAN: Polisi menunjukkan pelaku MA bersama barang buktinya berupa narkoba jenis sabu seberat 2,6 kg. (DERY HARJAN/RADAR LOMBOK )

MATARAM – Aksi MA, 35 tahun, warga Aikmel Lombok Timur ternyata bukan kali ini saja. Ia tercatat sudah lima kali menyelundupkan sabu dari Batam. Jumlahnya pun cukup fantastis.

Selama aksinya, MA tiga kali berhasil lolos tanpa tercium polisi. Sedangkan dua kali ini, MA terpaksa harus berurusan dengan penjara. Aksinya menyelundupkan sabu seberat 2,6 kg diketahui petugas Kamis 24/9) pekan lalu.

Hal ini diakui Dirresnarkoba Polda NTB, Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma. Dia mengatakan pelaku penyelundupan narkoba dari Batam ke NTB sudah lima kali melakukan aksinya. “Ini yang kelima, dua kali  ketangkap, tiga lolos,”kata Helmi, Sabtu (26/9). 

Setiap kali menyelundupkan narkoba, MA selalu membawa barang dalam jumlah cukup banyak. Ia pun cukup lihai sehingga petugas beberapa kali kecolongan. Setiap membawa barang pelaku disebut biasa menggunakan jalur laut.

Pada aksinya yang kelima ini, MA juga  nyaris saja lolos. Namun berkat kerja keras tim yang dipimpin PS Kanit I Subdit III Ditresnarkoba Polda NTB AKP Made Yogi Purusa Utama, rencana pelaku untuk menyelundupkan narkoba ke wilayah NTB berhasil digagalkan. Pelaku pun langsung diamankan begitu sampai di Pelabuhan Lembar.

Saat itu pelaku membawa mobil Avanza BH 1982 HO. Di dalam mobil tersebut pelaku tak sendirian. Melainkan bersama keluarganya dari Jawa yang dibawa dari Padang untuk liburan ke Lombok. “Dia (MA, red) berangkat dari Batam dan sempat singgah di Padang karena ada acara pernikahan. Jadi saat kita tangkap dia lagi bersama keluarganya. Semuanya kemudian kami  amankan untuk dimintai keterangan,” bebernya.

Adapun barang bukti sabu yang diamankan setelah ditimbang beratnya sekitar 2,6 kg. Selain sabu, ada juga 5 butir pil ekstasi, 1 klip kecil, 9 buah tas ransel, 3 buah koper, 1 buah tas wanita, uang tunai Rp 2 juta dan 9 buah handphone.

Terkait apakah keluarga pelaku terlibat dalam bisnis ini, Helmi mengaku belum memastikannya. Dari pemeriksaan awal pihak keluarga pelaku memang mengakui tidak mengetahui sama sekali terkait bisnis yang dijalankan pelaku. Hanya saja pihaknya belum percaya sepenuhnya sebelum pemeriksaan tuntas.

Pelaku, kata Helmi, adalah jaringannya bandar narkoba yang tertangkap dengan barang bukti sabu 3,2 kg pada 1 Juli lalu, yaitu Tio.

Saat ini petugas pun masih mengembangkan kasus ini guna pengungkap jaringan pelaku yang lainnya. “Ini masih terus kita kembangkan,”ungkapnya.

Selain berupaya mengungkap jariangan pelaku yang lain, petugas juga akan menelusuri harta yang dimiliki MA guna melengkapi berkas tindak pidana pencucian uang (TPPU). Dalam hal ini petugas akan melibatkan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). ‘’Setiap bandar narkoba wajib hukumnya untuk kita TPPU kan,”tegasnya.

Pelaku ini diketahui baru saja membeli rumah baru di Lombok Timur. Jika terbukti itu dibeli dari hasil tindak pidana narkoba maka petugas akan menyitanya. Begitu juga dengan aset pelaku yang lain. “Pokoknya apapun yang didapat dari hasil jualan narkoba itu akan disita,” tegas Helmi.

Ia pun membeberkan bahwa selama berdinas di NTB setidaknya ada enam orang pelaku tindak pidana narkoba yang di-TPPU-kan. “Bayangkan jika 1 orang itu minimal Rp 1 miliar, maka jika 6 orang akan ada Rp 6 miliar yang akan disita untuk negara,” bebernya.

Helmi berpesan kepada para penjahat narkoba untuk segera tobat. Sebab pihaknya berkomitmen untuk tidak akan berhenti untuk memburunya. Ia sesumbar bahwa di manapun mereka sembunyi pasti pihaknya akan menemukannya. “Segeralah bertaubat sebelum kami tangkap,” pesannya.(der)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Berita sebelumyaMakmur Said ‘’Terkaya’’, Ahda Paling ‘’Miskin”
Berita berikutnyaMasrun Paling Tajir, Aswatara Paling Sedikit