Tiga Hari Dilahirkan, Bayi Kembar Dempet Meninggal di RSUD Selong

Bayi kembar siam dempet dada dan perut, anak dari Zuhratul Qodariyah warga Dusun Tundak, Desa Batu Putik, Kecamatan Keruak, Lombok Timur, meninggal dunia di RSUD dr. Raden Soedjono Selong, Minggu (30/4/2023). (IST FOR RADAR LOMBOK)

SELONG–Bayi kembar siam dempet dada dan perut, anak dari Zuhratul Qodariyah warga Dusun Tundak, Desa Batu Putik, Kecamatan Keruak, Lombok Timur, meninggal dunia di RSUD dr. Raden Soedjono Selong, Minggu (30/4/2023) sekitar pukul 05.15 WITA.

Diketahui bayi kembar siam berjenis kelamin perempuan ini dilahirkan di RSUD Soedjono Selong, Jumat (28/4/2023).

Bayi yang dilahirkan melalui operasi sesar ini memiliki satu jantung dan hati. Tim medis RSUD Selong telah berupaya memberikan penangan terbaik untuk kedua bayi tersebut.

Baca Juga :  KUR Sudah Cair tetapi Tak Diterima oleh Ratusan Petani Tembakau di Lotim

Namun karena kondisi bayi ini lahir tidak normal seperti bayi pada umumnya, maka sejak awal pihak rumah sakit telah memperidiksi tidak akan bisa hidup lama.

“Tepat di usia ketiga hari bayi kembar siam dempet dada dan perut ini meninggal dunia tadi pagi. Mayat bayi ini langsung dibawa pulang oleh pihak keluarga,” kata Direktur RSUD dr. Raden Soedjono Selong dr. Hasbi Santoso.

Bayi kembar siam dempet  yang memiliki satu jantung dan hati memang  sangat langka kasusnya. Bahkan kelahirannya satu berbanding satu juta kelahiran. 

Baca Juga :  Bantuan untuk Nelayan Lotim Diduga Akan Dibawa ke Surabaya, Fuso Diamankan

Sejak awal dilahirkan, bayi ini sama sekali tidak menangis seperti pada umumnya.

“Kalaupun bisa hidup bertahan lama dan dilakukan operasi kemungkinan untuk bisa hidup keduanya sangat tipis. Soalnya bayi kembar siam ini hanya memiliki satu jantung dan hati.
Yang jelas kami sudah bekerja maksimal untuk merawat bayi tersebut sejak hari pertama sampai hari ketiga,” tutupnya. (lie)

Komentar Anda