Tiga Guru di Lotim Meninggal Dunia Terpapar Corona

Ahmad Dewanto Hadi(JANWARI IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG – Sepekan belakangan ini, kasus positif Covid-19 di Lombok Timur mengalami peningkatan yang cukup drastis. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur akhirnya menghentikan sementara pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah hingga waktu tak ditentukan.

Penghentian PTM di sekolah mulai dilakukan Jumat 6 Agustus. Kadis Dikbud Lotim Ahmad Dewanto Hadi mengaku telah melayangkan surat edaran (SE) kepada seluruh Kepala UPTD Dikbud Kecamatan se-Lotim, Kepala Satuan Pendidikan TK|PAUD,SD dan SMP negeri swasta se-Lotim.

”Mencermati kondisi pandemi Covid-19 di Lotim, hasil rapat bersama ketua Gugus Satgas Covid-19 dan Dinas Kesehatan, proses pembelajaran tatap muka dihentikan sementara sampai batas waktu tak ditentukan,” kata Ahmad Dewanto Hadi.

BACA JUGA :  CAPAIAN KINERJA RPJMD KABUPATEN LOMBOK TIMUR 2018-2023 TAHUN 2021

Menurut Dewanto, penghentian sementara pembelajaran tatap muka ini akan dievaluasi dua minggu pertama. Karena sudah ada tiga guru yang meninggal dunia, positif terpapar Covid-19. Karen itu, selama proses belajar tatap muka ini ditutup, pihaknya telah mendapat izin Bupati, proses belajar mengajar dilakukan di rumah.

“Seizin bapak Bupati, kami mengambil kebijakan proses pembelajeran dilakukan dari rumah,” jelasnya.

Sebelumnya, disampaikan, penutupan semua sekolah di Lombok Timur ini karena melihat trend kenaikan angka kasus positif Corona terus meningkat. Atas dasar itulah, Dinas Pendidikan Lotim bersama melakukan rapat membahas terkait penutupan sekolah.

BACA JUGA :  Mantan Kades Banjarsari Lotim Akui Pakai Dana Desa untuk Keperluan Pribadi

“Sesuai dengan arahan bapak bupati, dan berdasarkan hasil rapat, kami putuskan mulai Jumat 6 Agustus semua sekolah dari jenjang TK, SD dan SMP kami tutup,” katanya.

Dengan dihentikannya kegiatan belajar mengajar di sekolah, maka pembelajaran tetap dilakukan tetap belajar dari rumah (BDR). Namun pembelajaran tatap muka diganti dengan pembelajaran dengan sistem media daring, sehingga semua sekolah harus menyiapkan peralatan seperti seperti biasa yang pernah dilakukan sebelum sekolah dibuka.

“Kita belum tahu sampai kapan sekolah ini akan ditutup, yang jelas mulai Jumat semua sekolah ditutup,” tegasnya. (wan)