Tiga Desa Wisata Rawan Bencana

Desa Wisata Rawan Bencana
Desa Wisata Rawan Bencana

PRAYA – Tiga desa di Kabupaten Lombok Tengah ditetapkan sebagai desa tanggap bencana (Destana). Yakni Desa Aikberik dan Karang Sidemen Kecamatan Batukliang Utara dan Desa Kuta Kecamatan Pujut.

Ditetapkannya desa wisata ini menjadi desa rawan bencana agar menjamin dan mengutamakan keselamatan wisatawan. Di Desa Aikberik rentan terjadi terjadi longsor, Karang Sidemen rentan terjadi erupsi, dan Kuta rentan terjadi tsunami. ‘’Karena ketiga desa wisata ini rawan bencana, maka penduduknya perlu mengetahui pola menanggulangi benacna,” imbuh Kabid Bencana Alam BPBD Lombok Tengah, Jayadi saat evaluasi desa tanggap bencana di ruang Tastura kantor bupati, Rabu (12/12).

Kata Jayadi, implementasi pendampingan pembentukan desa tanggap bencana ini merupakan salah satu program bantuan BNPB. Maksudnya untuk peningkatan kapasitas dalam ketangguhan bencana dengan target kinerja memperkecil risiko bencana. Mengingat bencana bisa datang setiap saat tanpa dugaan masyarakat. “Ada beberapa tahapan memang yang dilakukan dalam program Destana. Mulai rekrutmen fasilitator desa, sosialisasi program di desa dengan pembentukan kelompok kerja, pemilihan relawan, dan sosialisasi menghadapi bencana,” paparnya.

BACA JUGA: Mantan Wagub NTB Soroti Kebijakan Pariwisata Zul-Rohmi

Lebih jauh disampaikan Jayadi, Destana sudah berjalan selama tahun 2018 ini. Sehingga perlu dievaluasi untuk pertanggungjawaban secara akademis. ‘’Dengan adanya Destana itu, maka masyarakat diharapkan mampu untuk mengantisipasi adanya korban saat terjadi bencana,’’ tandasnya.

Kepala BPBD Lombok Tengah, H Muhammad menambahkan, Destana ini diharapkan akan memberikan edukasi kepada desa lain di Lombok Tengah. Sehingga ketika terjadi bencana semua desa bisa tanggap. “Yang jelas Destana ini kita hajatkan untuk mempersiapkan masyarakat dalam menghadapi bencana yang bisa saja terjadi kapanpun,” tambahnya. (met)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid