Tiga Calon Direktur RSUD ‘Perang’ Program

dr Emirald Isfihan- dr Eka Nurhayati- drg Ahmad Zulfikar (Ali/Radar Lombok)

MATARAM – Tiga peserta lelang jabatan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram mengikuti presentasi dan uji makalah. Ketiganya memaparkan program dan inovasi yang disiapkan jika terpilih menjadi Direktur RSUD.

Lima orang anggota tim panitia seleksi (Pansel) mencermati dan menggali program yang ditawarkan ketiga peserta. Persaingan untuk pengisian jabatan Direktur RSUD Kota Mataram kian hangat. Karena ketiganya adalah calon kuat dan punya kans yang sama sebagai nahkoda rumah sakit kebanggaan Kota Mataram.

Tampil pertama pemaparan presentasi program adalah dr Emirald Isfihan, MARS. Dia membawakan atau menawarkan program dengan tema Selangkah Lagi Menjadi Smart Hospital. Pria yang saat ini menjabat Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Medik RSUD Kota Mataram mengatakan, tidak salah menyebut RSUD Kota Mataram selangkah lagi menjadi smart hospital. Karena RSUD juga kedepannya sangat memungkinkan untuk semakin maju. ‘’Karena saya merasakan sendiri sejak awal bergabung dengan RSUD Kota Mataram sejak 2011 lalu. Sejumlah program juga berhasil dan sukses diterapkan di RSUD Kota Mataram,’’ ujar dr Emirald Isfihan di depan lima anggota tim pansel, kemarin (14/9).

RSUD Kota Mataram juga semakin siap sebagai rumah sakit rujukan. Pelayanannya pun dianggap sudah maksimal dan bisa menjadi lebih baik lagi. ‘’Bisa dikatakan RSUD Kota Mataram ini adalah rumah sakit yang terbaik di NTB. Saya yakin semakin baik lagi kedepannya,’’ katanya.

Program yang direncanakan juga tidak asal-asalan. Karena itu, Emirald siap berinovasi untuk membawa RSUD Kota Mataram sebagai smart hospital. ‘’Tidak ada alasan RSUD Kota Mataram tidak bisa menjadi smart hospital. Kita akan bersama-sama mewujudkan itu,’’ ungkapnya.

Drg Ahmad Zulfikar tampil sebagai peserta kedua yang mempresentasi makalah. Dr Zul menawarkan program Smart Healthcare for Information, Education and Telemedicine (Shield) menuju RSUD Kota Mataram yang harum. Dia mengatakan, RSUD Kota Mataram akan familiar dengan istilah Shield yang dia rencanakan.

Tema atau program yang diangkat karena saat ini masih adanya pandemi. NTB juga kedepan akan menjadi pusat perhatian dunia dengan gelaran MotoGP. Tentunya rumah sakit akan menyiapkan sejumlah persiapan. ‘’Karena nanti ada pergeseran tuntutan pelayanan untuk rumah sakit. Akurasi kebutuhan dan beban kerja serta SDM pelayanan harus terpenuhi,’’ terangnya.

RSUD juga dituntut memberikan pelayanan yang aman dan nyaman. Karena nantinya pelayanan tidak hanya diberikan kepada warga lokal. Tapi juga wisatawan mancanegara. Shield disebutnya merupakan bentuk aplikasi sistem layanan rumah sakit yang berbasis Internet of Thing (IOT). Aplikasi tersebut memberikan 3 layanan utama. Yakni tentang informasi, edukasi dan telemedicine. Informasi umum dan khusus rumah bisa didapatkan lewat aplikasi. Juga tentang e-reservasi, info rawat inap, tindakan medis, pembayaran dan lainnya. ‘’Edukasinya untuk menciptakan agen perubahan dibidang kesehatan melalui pasien dan keluarga. Telmedicine tentang tele konsultasi, tele USD, tele EKG, tele Radiologi, tele Expertise,’’ jelasnya.

Peserta terakhir adalah dr Ni Ketut Eka Nurhayati, Sp.OG. Dia menawarkan ide berjudul memujudkan RSUD Kota Mataram sebagai pelayan publik yang memberikan kepuasan dan kemanfaatan bagi masyarakat. ‘’RSUD Kota Mataram sekarang kelas B. Sekarang sedang berada dipuncak. Tapi beberapa hal yang belum memenuhi target dan perlu penyempurnaan,’’ katanya.

Eka mengatakan, rumah sakit akan membuat MoU dengan seluruh dinas sosial Kabupaten/Kota di NTB. Juga akan berkoordinasi dengan BUMN untuk membiayai masyarakat yang kurang mampu di RSUD Kota Mataram. Eka juga akan menghidupkan seluruh pelayanan rumah sakit selama 24 jam. Terlebih kamar operasi yang merupakan penyumbang pendapatan terbesar rumah sakit. ‘’Ini supaya rumah sakit jadi tambah meriah. Tapi pelayanannya juga harus murah dan cepat,’’ ungkapnya.

Inovasinya, Eka akan melaunching aplikasi Emergency Button (one click, one second, one button for all solution). Pengembangan emergency button untuk memberikan kemudahan dan mempercepat akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Sehingga dapat mebgurangi kecacatan dan kematian. Serta mendukung kebijakan Pemkot Mataram mewujudkan smart city. Termasuk dalam penangan Covid-19. ‘’Ini sudah bisa didownload. Nanti akan kita launching sekiranya saya terpilih dan diberikan amanah,’’ jelasnya.

Ketua Tim Pansel, Dr H Effendi Eko Saswito mengatakan, sangat menarik untuk mencermati makalah ketiga peserta. Karena ketiganya berupaya untuk membawa RSUD Kota Mataram semakin maju ke depan. Peserta juga berupaya untuk mengakomodir visi misi wali kota dan dikaitkan dengan RPJMD Kota Mataram. ‘’Tapi ini tentunya perlu penyempurnaan. Kami pun nanti akan menagih janji-janji dan program direncanakan oleh ketiga peserta Direktur RSUD Kota Mataram. Nanti ini juga jadi bahan pertimbangan wali kota untuk memilih,’’ katanya. (gal)