Tidak Serius, Investor Bakal Diusir

HL Muhammad Putria (SAPARUDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYA-Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Parbud) Lombok Tengah, HL Muhammad Putria di hadapan sejumlah waryawan, Jum’at (20/1) kemarin mengaku kesal dengan tingkah laku para investor yang dinilai tidak serius melakukan penggarapan terhadap sejumlah lahan di kawasan pantai Selong Belanak Kecamatan Praya Barat.

Putria menilai kalau keberadaan investor tersebut tidak serius ingin membangun di kawasan pantai Selong Belanak. “Kita sudah sepakat, jika sampai 3 tahun ini mereka tidak memulaikan membangun, maka saya akan mengusir mereka dari tanah Lombok Tengah ini,” tegasnya.

Kenapa pihaknya memberikan batas sampai tiga tahun, sebab jika sampai batas yang telah ditentukan, belum saja investor ini melakukan pembangunan. Maka bisa jadi mereka itu adalah para broker yang sengaja membeli tanah dan selanjutnya mereka akan jual ketika tanah tersebut harganya mahal. “Kita akan lihat sampai tiga tahun ini. Jika tidak ada maka mereka para investor yang sudah berkomitmen ingin membangun, berarti dia itu broker tanah,” katanya

[postingan number=3 tag=”investor”]

Saat ini jumlah investor yang sudah masuk ke sekitar pantai Selong Belanak sebanyak 11 investor. Dari 11 investor tersebut, hanya PT Mitra Alam yang sudah mulai melakukan pembangunan. Ditanya masalah banyaknya pedagang yang menjamur di pesisir pantai ? Putria mengaku masalah penertiban itu tidak ada masalah malah ia sangat gampangkan, hanya saja pihaknya menginginkan keseriusan investor. “Penertiban saya gampangkan, hanya saja kami menginginkan keseriusan dari para investor,” keluhnya.

Ditambahkan, kenapa sampai saat ini belum melakukan penertiban, pihaknya tidak menginginkan adanya janji janji investor bakal membunuh penghasilan para pedagang. Makanya mari bagi investor yang sudah mendaftar, tunjukkan keseriusannya. “Saya tidak ingin keluarga keluraga kita yang ada di pinggir pantai penghasilannya hilang gara-gara janji manis dari investor,” tegas pejabat yang sering disapa Raja Selidendeng ini. (cr-ap)