Tidak Ada Toleransi Bagi Warga yang Nekat ke Lokasi Bau Nyale

UNDANG : Kapolres Lotim saat melakukan pertemuan dengan semua unsur membahas pengamanan dan larangan terhadap warga yang akan menggelar event bau nyale. (M.Gazali/Radar Lombok)

SELONG –  Aparat gabungan dari Polres Lotim, TNI dan unsur pemerintah tidak akan membiarkan warga mendatangi lokasi bau nyale di Pantai Kaliantan Kecamatan Jerowaru dalam rangka menekan kasus Covid-19. Tokoh masyarakat dan tokoh agama terutama di wilayah selatan juga diminta aktif mengimbau masyarakat untuk mematuhi larangan melaksanakan event bau nyale tersebut. Aparat pun akan bertindak tegas ketika ada warga mengabaikan larangan tersebut.” Pelibatan para tuan guru dan tokoh masyarakat setempat sebagai bentuk kewaspadaan dini. Sebab, di masa pandemi Covid-19 ini berkumpul dalam jumlah besar masih dilarang,” kata Kapolres Lotim AKBP Tunggul Sinatrio kemarin.

Antisipasi yang dilakukan petugas untuk mencegah adanya kerumunan. Apalagi sampai mengabaikan protokol kesehatan.”Kalau warga sekitar sudah  memahami imbauan yang kita sampaikan. Tapi yang kita antisipasi ini kan pendatang dari luar daerah seperti Lombok Tengah yang bersikeras untuk menggelar event ini ” jelasnya.

Karenanya untuk mencegah  kedatangan warga, Polres mengerahkan sebanyak 150 personil  untuk lakukan penjagaan di sejumlah titik pintu masuk tempat bau nyale. Kemudian ditambah lagi dengan petugas dari TNI dan Pol PP.” Konsentrasi pengamanan di pertigaan Desa Tutuk dan Desa Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru. Bahkan, petugas sudah dipersiapkan untuk penjagaan di jalan-jalan tikus yang dilalui para pengunjung,” tutupnya. (lie)