Tidak Ada Stigma Tiga Kekuatan di KLU

Sarifudin (ZUL/RADARLOMBOK)

TANJUNG-Proses pembangunan di Kabupaten Lombok Utara (KLU) selama enam bulan terakhir dan juga sebelumnya, penuh dengan dinamika. Sehingga hal ini pun memunculkan stigma tiga kekuatan yang ada di KLU.

Di antaranya seperti diterangkan Wakil Bupati KLU, Sarifudin, yakni kekuatan pemerintah daerah, DPRD dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). “Banyak orang yang menilai ada tiga kekuatan dalam proses pembangunan di KLU, pertama kekutan eksekutif, legislatif dan LSM. Padahal sesungguhnya, tidak ada kekuatan-kekuatan di KLU. Sehingga ada penilaian atau stigma yang berkembang bahwa di KLU dikuasai LSM, yang akan mengendalikan pemerintah, juga yang akan mengendalikan DPRD. saya pertegas tidak ada stigma seperti itu,” tegasnya belum lama ini.

Akan tetapi yang ada lanjut Sekretaris DPD Partai Gerindra NTB ini, adalah kebersamaan, yaitu bagaimana kita bersama-sama melakukan pembangunan untuk kemajuan KLU ke depannya. “Itulah harapan kami, pemerintah tentu tidak bisa berjalan sendiri tanpa ada masyarakat, tanpa ada partai politik (parpol), tanpa ada LSM. LSM selama ini memberikan kontrol kepada pemerintah juga kepda parpol, karena kita juga paham KLU adalah kabupaten baru,” jelasnya.

Dalam hal parpol sendiri, Sarifudin melihat bahwa perkembangan parpol di KLU mengalami kemajuan dalam dua kali melaksanakan pilkada dan dua kali pula melaksanakan pemilihan legislatif. “Tentu dalam proses itu tujuan kita adalah bagaimana kita melakukan pembangunan di KLU, dengan melalui keberadaan partai politik yang ada,” terangnya.

Seiring dengan banyaknya parpol yang ada di KLU sendiri lanjutnya, tentu banyak persepsi-persepsi yang berbeda terhadap keberadaan pemerintah khususnya selama enam bulan terakhir dirinnya bersama Bupati KLU, Najmul Akhyar menjabat. Yang tentunya pula, masih banyak yang harus dibenahi.

Kemudian berkaitan dengan keberadaan parpol di DPRD KLU, juga sangat mendukung keberlangsungan program pemerintah. Kendatipun tidak bisa dipungkiri bahwa selama enam bulan terakhir, tentu tidak menjadi satu corong yang kemudian mengatakan pemerintah itu gagal. “Tetapi dengan sekian banyak parpol di parlemen dalam enam bulan kemarin, kami melihat banyak kemajuan yang dicapai terutama dari produk hukum. Tidak benar mungkin banyak orang yang menilai DPRD tidak pernah menghasilkan sesuatu apapun dari sudut pandang mereka, yang mengatakan DPRD hanya jalan-jalan, ini lah dinamika,” jelasnya. (zul)