Tidak Ada Formasi CPNS, Perawat Loteng Kecewa

Ir Najmul Erpan
Ir Najmul Erpan (M. HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYA—Perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang dilakukan oleh pemerintah, ternyata tidak membuat para tenaga kesehatan berbahagia. Ratusan perawat yang sudah berpuluh-puluh tahun mengabdi di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) terpaksa harus gigit jari. Pasalnya, tidak ada satupun formasi CPNS yang mengakomodir tenaga perawat menjadi PNS.

Menanggapi itu, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Loteng, Ir Najmul Erpan, sebenarnya enggan menyalahkan siapapun. Hanya saja pihaknya mensinyalir ada yang harus diluruskan. Pasalnya, di daerah lain ada formasi CPNS untuk perawat,dan hanya saja di Loteng saja yang tidak ada sama sekali.

BACA JUGA: Pengumuman Seleksi Administrasi CPNS KLU Diundur

“Jangan kita menyalahkan siapapun. Tapi apakah miskomunikasinya di dinas, atau lainnya, kita harus cari benang merahnya. Karena di kabupaten lain memang ada formasi CPNS untuk perawat. Kami secara organisasi profesi, tentu sangat menyayangkan tidak diakomodirnya para perawat yang ada di Loteng ini,” kata Najmul kepada Radar Lombok, Jumat (19/10).

Diakui, selama ini pihaknya sudah berusaha menyampaikan permasalahan tidak diakomodirnya formasi CPNS dari perawat yang terjadi di Loteng ini. Hanya saja bukan jawaban memuaskan yang dia dapatkan, dan justeru menambah kecewa para perawat. Dimana dikatakan, formasi yang ada tidak bisa diganggu gugat lagi.

“Sudah kita mencoba menyampaikan. Tapi karena soal formasi ini kebijakan pusat yang tidak bisa diganggu gugat, makanya kita mau bilang apa? Padahal jumlah perawat kita yang PNS tidak lebih dari 500 orang saja. Sementara perawat diluar PNS total anggotanya sekitar 700 orang, yang saat ini tersebar di Puskesmas dan Rumah Sakit,”jelas Najmul.

Kalau melihat jumlah anggota perawat dan tenaga kesehatan lain di rumah sakit maupun Puskesmas yang sangat banyak, apalagi mereka juga telah bekerja cukup lama, baik sebagai Pegawai Tidak Tetap (PTT) maupun honorer. Tentu saja mereka sangat berharap kedepan mereka semua bisa menjadi PNS, untuk menjamin masa depannya.

BACA JUGA: BKD NTB Berikan Tips agar Lulus Tes CPNS

“Dengan situasi saat ini, tentu saja mereka sangat kaget. Sudah sekian lamanya mengabdi, dan tumben ketika ada pembukaan PNS, formasi perawat ternyata tidak ada. Yang ada formasi dokter spesialis, apoteker dan dokter gigi, dari 48 jatah yang didapatkan (Loteng) untuk tenaga kesehatan,” ujarnya menyayangkan.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada pemerintah agar mencari solusi permasalahan ini, agar kedepan mereka (perawat) bisa mendapatkan kepastian akan masa depan mereka. “Kita kaji permasalahannya, apakah kemungkinan ada data salah yang dikirimkan ke pusat. Sehingga seolah-olah tenaga perawat yang PNS banyak di Loteng, padahal kenyataannya lebih banyak perawat non PNS. Namun kalau tetap tidak bisa, maka kita berharap ada solusi baru, terutama bagi anggota kita yang umurnya lebih dari 35 tahun, yang secara aturan juga tidak bisa menjadi PNS,” harapnya. (met)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut