TGH Najmul Akhyar Pimpin NWDI KLU

TERPILIH: TGH Najmul Akhyar kembali terpilih menjadi Ketua PD NWDI KLU. Tampak ia memberikan sambutan. (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG–TGH Najmul Akhyar terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Pengurus Daerah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiah (PD NWDI) Kabupaten Lombok Utara (KLU) pada Musda ke-1 di Pondok Pesantren Darul Iman NW Bentek, Desa Menggala, Kecamatan Pemenang, Kamis (22/4).

Ketokohan Najmul Akhyar dinilai masih dibutuhkan para jemaah NWDI, terlebih pada masa transisi NW ke NWDI, serta untuk menyatukan kembali jemaah usai Pilkada 2020. “Kami sepakat memilih Pak Najmul Akhyar lagi dengan proses perdebatan yang cukup panjang dari selepas zuhur sampai menjelang berbuka puasa. Sebenarnya beliau ingin menyerahkan kepengurusan PD NWDI KLU ke lainnya. Karena beliau sudah dua periode menjadi Ketua PD NW KLU,” ungkap salah satu peserta yang punya suara, Zulfahrudin kepada Radar Lombok.

Dalam Musda sendiri, sebenarnya ada peserta yang mendukung langkah Najmul Akhyar untuk konsentrasi mengurus NWDI di Jawa dan Sumatra, karena Najmul menjadi Wakil Ketua PB NWDI yang ditugaskan di dua provinsi tersebut. Kemudian ada juga yang mempertahankan Najmul menjadi Ketua PD NWDI di masa transisi peralihan nama organisasi tersebut. “Dan juga untuk menata dan merekatkan lagi kondisi jemaah habis pilkada yang di tingkat bawah masih belum pulih karena perbedaan dalam pilihan,” terangnya.

BACA JUGA :  Empat JCH KLU Gagal Berangkat

Sementara itu, Ketua PD NWDI KLU TGH Najmul Akhyar membenarkan bahwa dirinya sudah meminta izin mundur; tidak dicalonkan, karena sudah dua periode dan sedang konsentrasi mengurus NWDI di Pulau Jawa dan Sumatra. “Saya sudah mengusulkan diri tidak maju, karena dibutuhkan kaderisasi, tapi semua peserta memaksa lagi satu periode karena peralihan dari NW ke NWDI,” ucapnya.

Proses pemilihan pengurus melalui Musda merupakan penyelesaian yang paling baik. Apa yang menjadi keputusan peserta tentu harus diterima. Untuk proses pelantikan akan diagendakan usai Idulfitri, yang dirangkai dengan peresmian Klinik NWDI di Gondang. Progres pembangunan sampai sekarang sudah mencapai 85 persen, alat kesehatan (alkes) sudah dipersiapkan senilai Rp 3,5 miliar lebih. “Semua NWDI memberikan keterbukaan, tidak membedakan sekat makanya di Partai Demokrat diisi oleh kader NWDI,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Terdakwa Pungli Sendang Gile Divonis 4 Bulan

Sementara itu, Ketua PW NWDI NTB TGH Mahally Fikri mengajak bersyukur atas terjadinya kesepakatan antar-pemimpin, baik NW maupun NWDI. “Kita tidak ada yang sempurna tapi kita punya kelebihan sendiri dan kekurangan sendiri, karena itu kita harus saling dukung-mendukung dalam berorganisasi. Mari membangun budaya saling meghormati dan saling menghargai,” imbuhnya.

Pelaksana Tugas Kabag Kesra Setda KLU mengapresiasi dan mengharapkan NWDI dapat memberikan kontribusi kemajuan di KLU. “NW dan NWDI sama-sama menuju tujuan meskipun berbeda kendaraannya,” katanya mewakili Bupati KLU Djohan Sjamsu. (flo)