TGH Hazmi Batal Maju di pilkada Lotim

TGH. Hazmi Hamzar (Gazali/Radar Lombok)

SELONG–Pimpinan Ponpes Marakit Ta’limat, TGH. Hazmi Hamzar yang juga anggota DPRD NTB memastikan diri tidak akan  maju di Pilkada Lombok Timur (Lotim) 2018, mendatang.  Sebelumnya   TGH. Hazmi Hamzar santer diusukan ajak maju di Pilkada Lotim.

 ‘’Sudah diputuskan untuk saya tidak maju,” ungkap TGH. Hazmi Hamzar, Senin kemarin (5/6).

Dikatakan, keputusanya untuk tidak maju di Pilkada Lotim setelah melalui sejumlah pertimbangan. TGH. Diantaranya karena   belum mendapatkan restu dari   internal organisasi Marakit Taklimat  termasuk keluarga dekatnya sendiri.

‘’Ini keputusan dari organisasi, keluarga termasuk saya pribadi,” lanjutnya.

Sebelumnya, sebagian besar calon  yang akan maju di Pilkada Lotim      banyak yang menawarkan dan meminta dia menjadi pasangan di Pilkada  nanti. Namun semua tawaran itu tidak langsung diterima.

Alasan utama untuk memilih tidak maju di Pilkada Lotim karena dirinya merasa punya tanggung jawab yang lebih besar untuk membesarkan yayasan yang dikelolannya. Jika nantinya dia mencalonkan diri, tentu segala tangung jawabnya terhadap yayasan akan terbengkalai. ‘’Kalau saya masuk pilkada tentu sebagian besar konsetrasi saya akan tersita. Lalu bagaimana dengan tugas-tugas saya untuk mengelola Maraqit ini,’’ terangnya.

Sementara dari partainya sendiri yaitu PPP lanjutnya memang sangat mengingkan, agar dia  ikut bertarung di Pilkada Lotim nanti. Namun dia tetap memilih untuk tetap fokus mengurus yayasannya dan semua alasan nya itu pun telah disampaikan ke partainya.  Sementara soal kemanakah arah dukungan PPP di Pilkada nanti? Ia mengaku,  mereka akan mengikuti seperti apa perkembangan politik di waktu mendatang.

‘’Kita akan mengikuti perkembangan seperti apa. Tapi saat hultah Ponpes, para calon yang kita undang, yang datang hanya Pak H. Najamuddin,” terangnya.

Meski saat ini  arah dukungan belum ditentukan secara resmi. Namun partai dan organisasinya juga berpeluang untuk mendukung H. Najamuddin. Jika itu benar, tentu dukungan yang diberikan ke H. Najamuddin setelah melalui pertimbangan.

Diantaranya akan melihat siapa figur yang akan menjadi pasangan H. Najamuddin dan juga melihat sejauh mana keseriusan yang bersangkutan untuk mencalonkan diri di Pilkada nanti. Jika semua ketentuan sudah dipenuhi, maka tak di pungkiri mereka akan membukan peluang besar untuk memberikan dukungan ke H. Najamuddin.

‘’Kalau memang beliau serius, kemungkinan kita akan ke sana. Dan juga orang kedua yang akan mendampinginya, juga tidak boleh main-main,” tutupnya. (lie)

BACA JUGA :  Inya Allah, Paket Fauzan-Sumiatun