TGB Syiarkan Membangun Ekonomi tanpa Utang

Penuhi Undangan Masyarakat Makassar

TGB Syiarkan Membangun Ekonomi tanpa Utang
PENUHI UNDANGAN : Di sela-sela memenuhi undangan masyarakat, Gubernur NTB TGB KH M Zainul Majdi menjenguk Ketua MUI Sulsel, KH Sanusi Baco yang sedang terbaring sakit di rumahnya, Sabtu (24/3). (ISTIMEWA/RADAR LOMBOK)

MAKASSAR – Setelah mengobati kerinduan masyarakat Provinsi Lampung, Gubernur NTB TGB KH M Zainul Majdi kembali melanjutkan kegiatan memenuhi undangan masyarakat Makasar selama dua hari. Di sinilah, TGB mengingatkan agar tidak membangun perekonomian dengan cara berutang. Sementara di sisi lain, negara Indonesia terus menambah jumlah utang luar negeri setiap tahun.

TGB mengawali aktivitas di Makassar sejak Sabtu siang (24/3), dengan mengisi kuliah umum di UIN Alauddin Makassar. Dari UIN, TGB diundang untuk tabligh akbar dan Isra Miraj di Masjid Raya Makassar. Selepas dari Masjid Raya Makassar, TGB sejatinya langsung menuju ke hotel untuk istirahat karena pada malam hari akan menggelar sejumlah pertemuan dengan tokoh di Sulawesi Selatan (Sulsel). Namun, di tengah perjalanan, TGB meminta untuk menyambangi kediaman Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel, Anregurutta (AGH) Sanusi Baco di Kecamatan Panakkukang, Makassar.

KH Sanusi Baco merupakan ulama karismatik di Sulsel yang juga alumnus Universitas Al Azhar Mesir sebagaimana TGB. KH Sanusi sendiri tengah sakit dan terbaring di kediamannya. Setibanya di rumah KH Sanusi, TGB langsung dipersilakan menemui KH Sanusi dan berbincang dengan bahasa Arab yang diselingi bahasa Indonesia. Momen keakraban kedua tokoh Islam ini begitu hangat.

KH Sanusi mengaku berterima kasih kepada TGB yang sudah menyempatkan diri hadir di tengah kesibukannya selama di Makassar. “Terima kasih Pak Gubernur atas kedatangannya. Siapa-siapa alim ulama Sulsel yang mendampingi di sini,” tanya Kiai sepuh berusia 81 tahun itu kepada TGB.

TGB menyampaikan terima kasih telah diperkenankan bertemu KH Sanusi. Bagi TGB, KH Sanusi telah berjasa besar bagi umat, terutama banyak juga warga NTB yang belajar agama kepada KH Sanusi. “Semoga cepat sehat Pak Kiai, umat yang menunggu Pak Kiai. Saya mohon doa agar selamat dunia akhirat, kalau ada hal-hal baik mudah-mudahan dimudahkan Allah SWT,” kata TGB.

Keakraban keduanya begitu terlihat. Sepanjang perbincangan, tangan TGB tak pernah lepas menggenggam tangan KH Sanusi. Di ujung perbincangan, KH Sanusi meminta TGB membacakan doa terlebih dahulu, sebelum KH Sanusi membaca doa yang diamini TGB.

Sebelumnya, TGB memberikan tausyiah pada tabligh akbar yang dirangkaikan dengan peringatan Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW tahun 1439 Hijriah/2018 M. Kegiatan tersebut digelar di Masjid Raya Makassar, dengan tema menghidupkan spirit Isra Mi’raj dalam membangun peradaban umat. TGB kemudian menjelaskan hikmah isra’ mi’raj dengan mengajak umat Islam membangun kemandirian ekonomi, sebagaiman yang dilakukan Rasulullah SAW dulu. “Dalam menata dan membangun kemandirian ekonomi, Rasulullah melarang umatnya untuk terjerat dalam utang-piutang. Mari kita bangun ekonomi yang kuat,” ajak TGB.

Ajakan tersebut sebagai kompensasi agar dalam hidup di atas muka bumi dan juga lembaga pemerintahan, tidak menambah utang kepada orang atau negara lain. “Membangun kemandirian ekonomi merupakan fondasi membangun peradaban,” tegas TGB.

Tausiah TGB itupun disambut antusias ratusan masyarakat Kota Makassar. Mereka sudah memenuhi masjid saat TGB datang. Termasuk Kapolda Sulawesi Selatan, Irjenpol H Umar Septono yang sebelumnya pernah menjadi Kapolda NTB. Pada hari berikutnya, TGB memenuhi undangan pimpinan Pondok Pesantren Al Irsyad Pattoja, dalam rangka peringatan Isra’ Mi’raj juga di Lapangan Desa Rompegading, Kecamatan Liliaraja, Kabupaten Soppeng, Minggu (25/3).

Kegiatan itu digelar oleh Pemerintah Kabupaten Soppeng bersama masyarakat Desa Rompegading. Kehadiran TGB sangat spesial bagi Bupati Soppeng, H A Kaswadi Razak dan dianggap merupakan sebuah keberkahan. “Gubernur ini lain dari pada yang lain. Beliau gubernur sekaligus ulama. Ini luar biasa. Maka saya tidak mau lama-lama, mau mendengarkan ceramah beliau,” ungkap Bupati.

TGB pun berbalas pujian. Pertemuan dan silaturrahim ini menurutnya begitu istimewa. Sebab, antara NTB dan masyarakat Bugis memiliki hubungan kekeluargaan yang sudah terjalin lama. Maka, kehadirannya ibarat bertemu keluarga sendiri. “Saya undang bapak Bupati, ibu Bupati untuk juga datang ke NTB. Saya yakin, kalau bapak ibu ke NTB, maka ibarat sedang berada di rumah sendiri,” ujar TGB disambut tepuk tangan. (zwr)